JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menargetkan penjualan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) pada 2014 mencapai 586 triliun British thermal unit (TBtu) dari dua kilang milik perseroan.
Hari Karyuliarto, Direktur Gas Pertamina, mengatakan target penjualan LNG tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan prognosa penjualan tahun lalu yang yang mencapai 619 TBtu. Hal itu disebabkan turunnya produksi gas dari blok yang memasok ke kilang LNG milik perseroan.
Saat ini, Pertamina mengoperasikan dua kilang LNG melalui anak usahanya PT Arun NGL yang mengoperasikan Kilang LNG Arun, dan PT Badak NGL sebagai operator Kilang Bontang. Pertamina sendiri ditunjuk sebagai penjual LNG milik kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Produksi dari Kilang Arun terus menurun, makanya target penjualan tahun ini lebih rendah. Turunnya pasokan gas ke kilang itu juga menjadi alasan kami mengubahnya menjadi terminal penyimpanan dan regasifikasi,” katanya di Jakarta, Selasa (4/2/2026).
Kilang Arun sendiri tahun ini ditargetkan hanya akan memproduksi 14 kargo LNG, lebih rendah dibandingkan dengan produksi tahun lalu yang mencapai 19 kargo LNG. Hal yang sama juga terjadi pada Kilang Bontang yang hanya ditargetkan memproduksi 158 kargo LNG pada 2014, lebih rendah dibandingkan dengan produksi tahun lalu yang mencapai 189 kargo LNG. | bisnis.com