Pemerintah menyatakan akan merevisi pertumbuhan ekonomi 2014, sehubungan dengan dirilisnya data PDB yang pada kuartal I-2014
Pemerintah menyatakan akan merevisi pertumbuhan ekonomi 2014, sehubungan dengan dirilisnya data PDB yang pada kuartal I-2014
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan I 2014 sebesar 5,21 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2013 sebesar 5,72 persen (yoy).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini membanggakan peringkat ekonomi Indonesia yang masuk 10 besar ekonomi terbesar dunia
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I/2014 mencapai 5,77%, didorong oleh perbaikan ekspor dan sedikit laju konsumsi rumah tangga akibat Pemilu.
Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) mencatat pertumbuhan ekonomi kreatif sepanjang 2013 mencapai 5,76 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang hanya sebesar 5,74 persen.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan Muhammad Lutfi yang akan menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Gita Wirjawan.
Bank Indonesia mengharapkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2013 sebesar 1,52 miliar dolar AS mampu mempengaruhi nilai rupiah.
Situasi makroekonomi Indonesia pada paruh pertama tahun ini diprediksi belum stabil karena masih dibayangi oleh efek perlambatan ekonomi dunia dan pelemahan rupiah.
Menteri Keuangan Chatib Basri tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 sekitar 5,8 sampai 6,1% meskipun Bank Dunia tidak merevisi angka pertumbuhan Indonesia 5,3%.
Pemerintah pada Sabtu malam (11/1) menerbitkan Peraturan Pemerintah no. 1/2014 tentang implementasi larangan ekspor mineral mentah.