JAKARTA - Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi pelemahan kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat pada hari ini, Kamis (5/6/2026) masih akan berlanjut.
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan dolar masih mendominasi di Asia, yang membuat rupiah tertekan dan mendekati Rp11.900/US$.
“Rupiah masih memimpin pelemahan di Asia hingga sore kemarin. Buruknya data neraca perdagangan masih membebani rupiah. Pelemahan masih akan berlanjut,” kata Rangga dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis (5/6/2026).
Dikemukakan dolar kembali kuat, setelah euro terpuruk menjelang pertemuan bank sentral Eropa (ECB).
Walaupun PDB Zona Eropa di kuartal I/2014 tumbuh lebih cepat dibanding kuartal sebelumnya, sentimen yang terbentuk mendekati pertemuan ECB masih mendorong pelemahan euro.
Sehingga di saat data penyerapan tenaga kerja AS kurang baik, ujarnya, dolar justru menguat bersama-sama dengan indeks bursa S&P 500.
“ECB diperkirakan akan memangkas suku bunganya hari ini (pk18:45 WIB),” kata Rangga.
Pergerakan rupiah/US$
|
Tanggal |
Rp/US$ |
|
4/6 |
11.890 |
|
3/6 |
11.810 |
|
2/6 |
11.766 |
|
30/5 |
11.676 |
Sumber: Bloomberg Dollar Index, 2014/ bisnis.com