Beranda»Keuangan & Perbankan»Pemilu tak pengaruhi peredaran uang di Sumut dan Aceh

Pemilu tak pengaruhi peredaran uang di Sumut dan Aceh

BISNIS ACEH
Rabu, 14 Mei 2014 20:26 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaIlustrasi

MEDAN -Pemilu legislatif pada 9 April 2026 tidak memengaruhi peredaran dan perputaran uang di Sumatra Utara. Adapun, berdasarkan catatan kantor perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut-Aceh arus uang masuk masih lebih tinggi dibandingkan dengan uang keluar.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut-Aceh Difi A. Johansyah menuturkan hingga Apri 2014, inflow Sumut-Aceh mencapai Rp8,64 triliun dengan rerata inflow per bulan Rp2,16 triliun.

"Sementara itu, total outflow mencapai Rp3,25 triliun dengan rerata outflow per bulan Rp814,56 miliar," ujarnya,  Rabu (14/5/2026).

Difi menuturkan pada tahun lalu, momen tahunan yang memengaruhi peredaran uang secara signifikan di Sumut dan Aceh yakni pergantian tahun, dan Lebaran.

Dia menambahkan, Sumut dan Aceh merupakan dua daerah dengan inflow yang lebih besar dibandingkan dengan outflow hampir setiap tahun.

Pada tahun lalu, misalnya, Sumut-Aceh mencapai totl inflow Rp23,77 triliun dengan rerata inflow per bulan Rp1,98 triliun, sementara total outflow mencapai Rp13,03 triliun dengan rerata outflow per bulan Rp1,08 triliun.

Adapun, pada tahun depan, Difi menargetkan pertumbuhan peredaran uang di Sumut-Aceh dapat melambat. BI ingin memperluas implementasi cashless society melalui penggunaan kartu debit dan kredit.

"Pertumbuhan transaksi tunai di Sumut-Aceh per tahunnya mencapai 10%-20%. Namun, Indonesia memang belum bisa mengaplikasikan transaksi non tunai secara penuh, karena keterbatasan jaringan perbankan di pelosok," pungkas Difi.

 

Sumber : Bisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Keuangan & Perbankan

Close