JAKARTA - Pertumbuhan uang beredar atau likuiditas perekonomian MD pada Maret tercatat mengalami perlambatan.
"Perlambatan dipengaruhi oleh penurunan pertumbuhan kredit dan kontraksi operasi keuangan pemerintah," katanya, Selasa (6/5/2026).
Sampai Maret 2014, M2 tercatat sebesar Rp3.656 triliun, tumbuh 10,0% year on year, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2014 sebesar 10,9% (yoy).
Adapun kredit kepada sektor swasta pada Maret 2014 tumbuh 19,1% year on year, melambat dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2014 yang sebesar 19,9% year on year seiring dengan perlambatan permintaan domestik.
Tirta menjelaskan operasi keuangan pemerintah kembali mengalami kontraksi sejalan dengan masih rendahnya realisasi belanja pemerintah.
Adapun pertumbuhan komponen M1 tercatat menurun dari 6,1% (yoy) pada Februari 2014 menjadi 5,4% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan komponen uang kuasi juga menurun dari 12,1% (yoy) pada Februari 2014 menjadi 11,2% (yoy).
Sumber : Bisnis