SAN FRANCISCO - Emas berjangka ditutup menguat pada Sabtu (16/3/2026) dini hari tadi. Kekhawatiran tentang inflasi dan pelemahan dolar di tengah data ekonomi AS yang positif, membantu emas naik 1% sepekan.
Emas untuk pengiriman April naik US$ 1,90, atau 0,1%, ke level US$ 1.592,60 per onsdi divisi Comex New York Mercantile Exchange. Ini adalah harga tertinggi sejak awal Maret.Selain kenaikan 0,9% pada Selasakemarin, emas berjangka bulan ini belum bergerak lebih dari 0,2%.
Perak juga naik 4 sen, atau hampir 0,2%, ke level US$ 28,85 per ons, setelah mencapai US$ 29 dan kehilangan 0,4% untuk pekan ini.
Kalender pekan depan adalah pertemuan moneter dua hari Federal Reserve, dimana konferensi pers dengan Ketua Fed Ben Bernanke ditetapkan pada Rabu. Data ekonomi AS memasukkan indikator data perumahan.
Data menunjukkan bahwa lompatan besar dalam harga bensin mendorong harga konsumen AS meningkat pada laju tercepat lebih dari tiga tahun, naik 0,7% pada Februari, lebih tinggi dari ekspektasi. Angka CPI inti, yang meliputi kategori makanan dan energi, naik 0,2%.
"Angka inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dan tekanan inflasi yang sedang meningkat, mungkin menjadi alasan kenaikan harga emas hari ini," kata Mark O'Byrne, direktur GoldCore.
Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi."Emas juga mengalami rebound yang lebih tinggi darilevel oversold," kata O'Byrne.
Saham AS melemah, dengan S & P 500 turun setelah melampaui level rekor. Hal ini juga yang mungkin menggoda beberapa investor kembali ke emas.Data ekonomi lainnya menunjukkan bahwa sentimen konsumen jatuh pada Maret ke tingkat terendah sejak Desember 2011.
Indeks manufaktur Empire State bertahan di wilayah positif selama dua bulan berturut-turut. Indikator ini adalah survei manufaktur regional pertama pada bulan tersebut. Selain itu, data output industri menunjukkan kenaikan 0,7% untuk Februari.
Andrey Kryuchenkov, ahli strategi modal VTB mengatakan emas mengikuti pergerakan dolar dan data AS yang lebih baik dari perkiraan. Selain data CPI karena harga bensin yang lebih tinggi, yang untuk jangka panjang masih akan membatasi pembalikan arah emas."
Dolar melemah ketimbang mata uang lainnya setelah rilisnya data-data ekonomi tersebut, khususnya kenaikan dalam inflasi. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam rival, diperdagangkan pada 82,234 dibandingkan 82,605 pada akhir perdagangan Amerika Utara.
Tembaga Mei turun hampir 2 sen, atau 0,5%, ke US$ 3,52 per pon, tapi naik hampir 0,5% dalam sepekan. PlatinaApril naik US$ 2,60, atau 0,2%, menjadi US$ 1.592,40 per ons. Harga platinaturun 0,7% dalam sepekan. Paladium Juni naik US$ 4,90, atau 0,6%, ke US$ 775,65 per ons, turun 0,9% sepekan. | inilah