LHOKSUKON - Pengusaha dan kontraktor bangunan mulai sulit mendapat bahan pokok material bangunan seperti semen di Kabupaten Aceh Utara. Kelangkaan tersebut sudah terjadi sejak pasca kenaikan harga BBM.
Penyalur semen dari kota Lhoksukon, Kota Pantonlabu, juga mengakui kelangkaan barang material bangun tersebut yang terjadi lebih satu pekan terakhir. Pedagang dan penyalur semen, khususnya menduga kelangkaan tersebut dipicu akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Biasanya penyaluran semen lancar dari distributor Lhokseumawe dan Medan," kata salah seorang penyalur semen daerah Kota Pantonlabu - Lhoksukon, M. Reza kepada Bisnis Aceh, hari ini, Sabtu.
Penyalur semen khawatir dengan hal seperti bisa menyebabkan dampak tidak patut bagi masyarakat, apalagi kebutuhan semen baru - baru ini semakin meningkat. Saat ini pedagang harus menjual harga semen seperti biasa yaitu seharga Rp47000 per saknya.
Pedagang Semen di toko - toko bangunan menyebutkan permintaan bahan bangunan semen juga bisa dikatakan meningkat selama kenaikan harga BBM. Selain itu, pedagang semen menilai kelangkaan semen juga disebabkan adanya isu penyesuaian harga semen.
Karena itu, masyarakat dan pengusaha meminta pemerintah memantau dan terus menytabilkan pemasaran semen seperti biasa mengingat kelangkaan tersebut bisa saja menyebabkan pembangunan tersendat.