BANDA ACEH - Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah yang diwakili Sekda Aceh Teuku Setia Budi menyambut baik pencanangan penggunaan furniture atau perobotan sekolah dengan menggunakan bahan baku rotan atau Comfort School with Rattan (CSR) oleh Kementerian Perindustrian di Aceh.
Pencanangan ini disikapi Gubernur dengan alasan Aceh cukup memiliki hasil rotan untuk pendukungan kebutuhan mobiler sekolah sekolah.
Pernyataan itu disampaikan Gubernur di hadapan Wakil Menteri (Wamen) Perindag Alex SW Retraubun dalam ramah tamah di pendopo Gubernur, Selasa (4/6) malam tadi.
Acara launching CSR itu sendiri dilakukan Alex di Pendopo Bupati Pidie, Sigli Rabu (5/6) hari ini setelah meninjau SD Negeri 1 Bambi.
Gubernur menyambut baik kampanye Kementerian Perindag untuk menggunakan hasil kerajinan rotan di sekolah dan kantor kantor pemerintah.
Kampanye ini sangat positif, sebab Indonesia dikenal sebagai penghasil rotan cukup besar. Masalahnya, selama ini banyak rotan Indonesia diekspor, meski pemerintah menegaskan adanya larangan ekspor bahan baku rotan ke luar negeri.
Larangan ekspor itu, kata Gubernur sangat positif, untuk mendorong sektor industri dalam negeri untuk aktif mengolah bahan baku rotan menjadi bahan jadi. Dengan demikian sudah pasti nilai ekonominya akan lebih tinggi.
Khusus Aceh, tambah Doto Zaini, produksi rotan di wilayah ini mencapai 200 ribu ton per tahun. Selama ini bahan baku rotan dikirim ke Sumut. Diharapkan, Kementerian Perindag mendorong pengembangan industri pengolahan di Aceh sehingga hasil rotan tidak lagi dikirim luar Aceh atau luar negeri berupa bahan baku, tapi dalam bentuk bahan jadi.
Kalau industri rotan dikembangkan di Aceh, lapangan kerja akan terbuka, ekonomi rakyat semakin baik, dan industri Aceh semakin cerah.