NEW YORK - Bursa AS kembali melanjutkan keterpurukan, indeks S&P 500 mencetak rekor terburuk di akhir pekan sepanjang bulan ini, nyungsep 1,4%.
Kondisi sama terjadi pada utang negara dan emas , sedangkan dolar masih menunjukkan keperkasaanya di tengah spekulasi Federal Reserve merevisi stimulus.
Bahkan, Bloomberg mencatat rontoknya indeks S & P dalam sesi penutupan itu yang terburuk dalam 6 pekan terakhir. Indeks S&P 500 anjlok 1,4% ke 1.630,74.
Indeks Stoxx Europe 600 juga turun 0,9%.
Indeks S&P sempat mencetak reli selama 7 bulan dan menjadi panen saham terbesar sejak 2009.
Perkiraan penurunan bisa mencapai 2,3% dari rekor tertinggi pada 21 Mei karena pbeda suara soal rencana the Fed.
Data Departemen Perdagangan menyebutkan pembelian rumah tangga yang merupakan 70% dari aktivitas ekonomi AS turun 0,2% bulan lalu.
Produk domestik bruto hanya tumbuh 2,4% di bawah proyeksi awal sebesar 2,5%. Pfizer Inc., Hewlett-Packard Co. and UnitedHealth Group Inc. menderita rugi lebih dari 3%. Hal itu membuat indeks Dow Jones Industrial Average (INDU) melemah ke 208,96 poin ke 15.115,57, terburuk sejak 15 April 2013. | Bloomberg/bisnis.com