JAKARTA - Merger perusahaan asal Swiss Holcim Ltd dan produsen asal Prancis Lafarge SA menjadi aksi mengejutkan bagi industri semen dunia. Terbentuknya nilai pasar US$ 60 miliar dari perusahaan hasil gabungan itu menimbulkan kewajiban divestasi aset Holcim-Lafarge di negara yang berpangsa pasar besar.
Terkait hal tersebut, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengincar aset divestasi Holcim-Lafarge.
"Kami berpeluang bisa mengambil-alih, karena HolcimLafarge memiliki kewajiban menjual aset" ungkap Ahyanizzaman, Direktur Keuangan SMGR, Kamis (28/8).
Tapi manajemen SMGR tak menjelaskan secara mendetail rencana akuisisi aset HolcimLafarge.
Di Indonesia, Grup Holcim berbisnis semen melalui PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang berbasis di Jawa. Adapun Grup Lafarge memiliki anak usaha PT Lafarge Cement Indonesia (dulu PT Semen Andalas Indonesia) yang memiliki pabrik di Aceh.
Sumber : kontan