Beranda»Bisnis & Investasi»Investasi di Indonesia tidak terpengaruh penutupan Kedubes AS

Investasi di Indonesia tidak terpengaruh penutupan Kedubes AS

BISNIS ACEH
Jum`at, 21 September 2025 09:07 WIB

 

[FOTO : ISTIMEWA]">FOTO : ISTIMEWAUS Embassy di Jakarta

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berharap rencana penutupan kantor perwakilan Amerika Serikat di Indonesia hanya bersifat sementara.

Deputi Pengendali dan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan rencana penutupan kantor perwakilan Amerika Serikat pada Jumat (21/9/2025)  tidak akan mempengaruhi investasi negara itu di Indonesia.

Penyebab penutupan kantor perwakilan Amerika di Indonesia adalah adanya potensi demonstrasi lebih besar yang memprotes filmInnocence of Muslims.

Menurut Azhar, investasi Amerika mayoritas di sektor pertambangan termasuk industri pengolahannya. Selain itu, investasi Amerika Serikat juga banyak bergerak di bidang industri alat-alat berat.

“Kami harapkan investasi Amerika di masa datang lebih banyak di bidang-bidang usaha yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” kata Azhar.

Beberapa kantor perwakilan yang akan ditutup Jumat, 21 September 2025 di antaranya kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Kantor Perwakilan Amerika Serikat di Medan, Kantor Agen Konsuler Amerika Serikat di Bali, dan Misi Amerika Serikat untuk ASEAN.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamananya. Kami sarankan, seperti biasanya, bahwa Anda harus menghindari kerumunan besar dan pertemuan-pertemuan lainnya yang mungkin berujung pada kekerasan. Kami akan terus memantau situasi dan memberikan informasi lebih lanjut, jika diperlukan,” begitu bunyi siaran pers Kedutaan Besar Amerika Serikat yang diterima hari ini.

Dalam catatan BKPM, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan kedua 2012 (April-Juni) sebesar US$ 8,5 miliar.

Amerika Serikat berada di peringkat kedua dengan nilai investasi US$ 0,7 miliar setelah Singapura yang investasinya US$ 0,8 miliar. Kemudian disusul Australia di peringkat tiga dengan nilai investasi US$ 0,6 miliar.

Secara kumulatif, selama semester pertama 2012, investasi PMDN mencapai Rp 40,5 triliun atau tumbuh 22,7% dari semester yang sama tahun 2011.

Sedangkan investasi PMA mencapai Rp 107,6 triliun atau naik 30,4%. Sehingga Januari-Juni 2012 realisasi investasi di Indonesia sudah mencapai Rp 148,1 triliun atau naik 28,1 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Sumber : SPC/Tempo

 

 

 



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Susila Utama (082364739463)


Komentar Anda

Terbaru di Bisnis & Investasi

Close