TANJUNG TIRAM – Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat program industrialisasi kelauatan dan perikanan sehingga dapat meningkatan nilai tambah, daya saing, serta produktivitas usaha.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan program tersebut akan berjalan optimal bila dilakukan pengembangan dan modernisasi sistem produksi dan pemasaran yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Dengan percepatan program industrialisasi ini, akan tercipta mata rantai usaha/industri perikanan kelautan nasional sehingga ikan yang diolah tersebut memiliki nilai tambah. Jadi jangan hanya menjual ikan mentah,” ucapnya disela penyerahan bantuan program PKN, Sabtu (24/2).
Program industrialisasi akan membuka lapangan kerja yang pada akhirnya dapat menekan angka kemiskinan di daerah tersebut. Selain itu, produk-produk olahan ikan yang diekspor ke luar negeri pun akan memiliki nilai tambah yang pada akhirnya dapat meningkatkan devisa.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, nilai ekspor golongan ikan dan udang di Sumut pada 2012 mencapai US$222 juta atau meningkat 7,11% jika di bandingkan dengan 2011 yang hanya berada di angka US$ 207 juta.
Bila dilihat secara presentase, nilai ekspor ikan dan udang tersebut berkontribusi sebesar 2,14% dari seluruh pemasukan devisa di Sumut yang pada 2012 mencapai US$10,39 miliar.
Sharif menuturkan, selain mengedepankan industrialiasi, dia juga berharap pemda dapat melaksanakan konsep pembangunan blue economy dengan melakukan efisiensi penggunaan sumber daya alam, nir-limbah (zero waste), serta menciptakan inklusivitas sosial.
Nantinya, program industrialisasi dan blue economy akan disiniergikan dengan program minapolita yang selama ini banyak diimplementasikan di daerah. Sebab, ketiga konsep tersebut menurutnya saling terkait.
Minapolitan diibaratkan sebuah kendaraan yang melaju dengan cepat, maka industrialisasi menjadi mesin dengan teknologi akselerasi, sedangkan blue economy merupakan teknologi hybrid yang akan membuat konsumsi BBM lebih irit dan ramah lingkungan
“Implementasi konsep-konsep itu akan dituangkan secara khusus di dalam sebuah blue print yang dapat menjadi acuan bagi pengembangan kelautan dan perikanan di Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain mengatakan potensi perikanan dan keluatan di kabupatennya terbilang cukup besar, mengingat lokasinya yang berada di daerah pesisir. Setidaknya dari 7 kecamatan, 5 diantaranya berada di pesisir dengan garis pantai 62 km dimana 1/3 penduduk mencari nafkah sebagai nelayan.
“Kami sudah mulai memproduksi ikan tangkap dan mengelolanya, ke depan akan lebih ditingkatkan lagi,” tuturnya.
Sumber : Bisnis