JAKARTA - Dalam sepekan ke depan, laju IHSG diprediksi berada pada rentang support 5.000-5.057 dan resisten 5.135-5.168. Tiga belas saham disodorkan untuk diperhatikan. Apa saja?
IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan +1,79 poin (0,04%) atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang naik +54,42 (1,08%). Indeks utama bergerak variatif dengan kenaikan tertinggi oleh indeks DBX yang menguat 1,25% dan diikuti indeks JII (0,09%), dan ISSI (0,40%).
Sementara pelemahan terjadi pada indeks IDX30 yang turun -0,82% diikuti indeks MBX dan LQ45 yang masing-masing turun -0,13% dan -0,67%. Begitupun dengan indeks sektoral yang juga variatif.
Penguatan terjadi pada indeks pertambangan (3,77%) diikuti indeks aneka industri (0,99%), dan indeks perdagangan (1,39%). Sementara indeks keuangan, industri dasar, dan properti menjadi indeks sektoral yang mengalami pelemahan dengan penurunan masing-masing -1,47%; -0,89%; dan -0,84%.
Reza Priyambada, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) memperkirakan, laju IHSG sepekan ke depan berada pada rentang support 5.000-5.057 dan resisten 5.135-5.168. “IHSG membentuk pola menyerupai spinning di bawah upper bollinger bands,” katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Moving Average Convergence-Divergence (MACD) terbatas kenaikannya dengan histogram positif yang naik tipis. Relative Strength Index (RSI), William's %R, dan Stochastic bergerak naik terbatas. “IHSG mampu melewati target kisaran resisten (5.112-5.150) namun, juga sempat masuk dalam target support (4.990-5.058) seiring masih adanya aksi jual,” ujarnya.
Sudah lewatnya momen Lebaran dan Pilpres diharapkan dapat membuat IHSG memiliki peluang untuk kembali menguat. “Tentunya juga harus didukung oleh rilis positif dari BPS di awal pekan ini. Akan tetapi, kondisi makroekonomi global yang kurang baik tetap harus diwaspadai karena berpotensi mengurangi peluang kenaikan tersebut,” imbuhnya.
Dalam sepekan ke depan, beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen antara lain, Exports & Imports, inflation rate, balance of trade, GDP growth rate Indonesia; Retail sales, AIG Services index, balance of trade, exports & imports, RBA interest rate decision, & unemployment rate Australia;
HSBC China Services PMI, non manufacturing PMI China; HSBC India Services PMI & RBI Interest rate decision India; Coincident index & leading composite index Jepang; Unemployment rate Korea Selatan;
Halifax house price MoM, construction PMI, Markit services PMI, manufacturing production, industrial production, & Markit Comp. PMI Inggris; Markit services PMI, factory orders, & Markit Comp. PMI Jerman; Markit services PMI, retail sales, & Markit Comp. PMI Perancis;
Sentix investors sentiment, PPI, Markit services PMI, Markit Comp. PMI, retail sales Zona Euro; Markit services PMI, GDP growth rate & industrial production Italia; Markit services PMI Spanyol; ISM New York Index, redbook, chain store sales, markit services PMI, factory orders, IBD/TIPP economic optimism, ISM non manufacturing PMI, MBA mortgage applications, balance of trade AS; dan lain-lainnya.
Di atas semua itu, Reza menyodorkan beberapa saham pilihan yang dapat diperhatikan. Saham-saham tersebut adalah:
1. PT Express Transindo Utama (TAXI)
2. PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA)
3. PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)
4. PT Astra Agro Lestari (AALI)
5. PT Vale Indonesia (INCO)
6. PT Viva Media Asia (VIVA)
7. PT Aneka Antam (ANTM)
8. PT Cipaganti Citra Graha (CPGT)
9. PT Surya Citra Media (SCMA)
10. PT Adaro Energy (ADRO)
11. PT Ciputra Surya (CTRS)
12. PT Astra Agro Lestari (AALI)
13. PT Ultra Jaya Milk (ULTJ).
Sumber : inilah