JAKARTA - Kisruh politik yang melanda Partai Nasional Demokrat (NasDem) antara dua petingginya yakni Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo, melebar ke strategi bisnis dua bos media tersebut.
Bos media grup yang juga pendiri NasDem Surya Paloh membongkar ambisi ekspansi bisnis bos MNC grup Hary Tanoesoedibjo yang berniat membeli stasiun televisi milik Aburizal Bakrie yakni antv dan tvOne.
Kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak Bakrie. "Tidak ada (penjualan antv dan tvOne)," tegas juru bicara keluarga Bakrie Lalu Mara kepada merdeka.com, Selasa (22/1).
Menurutnya, tidak perlu dihubung-hubungkan antara kisruh politik Surya Paloh dan Hary Tanoe dengan bisnis keluarga Bakrie. "Tidak ada hubungannya Hary Tanoe keluar dari Partai Nasdem dengan antv dan tvOne," katanya.
Sebelumnya, pendiri NasDem Surya Paloh membuka rencana bisnis penting yang akan dilakukan pengusaha Hary Tanoesoedibjo. Surya Paloh mengaku sering diskusi banyak hal dengan Hary Tanoe, termasuk soal rencana bos MNC Grup membeli stasiun televisi milik Aburizal Bakrie, antv dan tvOne.
"Kita biasa mendiskusikannya banyak hal lainnya termasuk bagaimana beliau juga ingin mau beli tvOne. Hehehehe itu benar. Jadi Hary dan saya membicarakan tadi. Dia tidak hanya itu, dia sedang ikut dalan pelelangan tvOne dan antv. Jadi suasananya biasa lah. Jadi saya sudah tahu, Hary mau ngasih press conference supaya ada kejelasan," papar Surya Paloh di kantor NasDem kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (21/1).
Hary Tanoesoedibjo yang juga pemilik MNC Group mengundurkan diri dari posisinya sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NasDem. Dalam pernyataan kepada pers, Hary Tanoe mundur karena tidak cocok dengan rencana Surya Paloh yang ingin jadi ketua umum NasDem.
Sumber : Merdeka