BANDA ACEH - Angin kencang melanda sebagian wilayah Aceh dalam sepekan terakhir, sehingga para nelayan tidak berani melaut, akibatnya harga ikan olahan naik.
Harga sejumlah jenis ikan olah, seperti ikan asin dan ikan teri, yang diproduksikan di Leupung, Aceh Besar pada pekan ini naik hingga dua kali lipat, dibandingkan dengan harga normal.
Nelayan di Aceh Besar mengaku sulit mendapatkan ikan, sehingga harga ikan melonjak dari harga normal.
“Nelayan tidak bisa mencari ikan dalam minggu ini, anginnya kencang, sehingga kami harus menaikkan harga ikan asin dan ikan teri dua kali lipat,” jelas Syahul, pemilik usaha ikan olah, Senin (21/1).
Menurutnya, selama ini para nelayan ikan segar, susah melaut karena terkendala musim angin timur. Namun, nelayan di kawasan Leupung menggunakan sejenis perahu bagan yang tergolong aman saat cuaca kurang mendukung.
Dia merincikan harga ikan teri naik hingga mencapai Rp70.000 per kilogram dari Rp40.000 per kilogram. Dia mengemukakan pada saat ini, hanya menghasilkana 40 keranjang per harin, padahal jika ombak normal dapat diproduksi 200 keranjang per hari.
“Biasanya kami hanya jemur untuk 200 keranjang saja,” ujarnya.
Adapun hasil olahan ikan tersebut dijual ke pasar Banda Aceh! kemudian dipasok ke Medan dan luar daerah.
“Jenis ikan asin yang diproduksi adalah ikan krimen dan cirek yang sudah direbus dengan air laut,” ujarnya.
Stok ikan, khususnya di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, saat ini berkurang karena nelayan belum berani melaut. Untuk memenuhi permintaan, sebagian ikan kini dipasok dari wilayah pesisir timur dan Sumatera Utara.
Sumber : Bisnis