SAMPANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bertolak menuju Madura, Jawa Timur untuk melihat langsung penerapan teknologi yang digunakan untuk produksi garam di PT Garam (Persero).
Dahlan meninjau pabrik garam Pegaraman III Milik PT. Garam di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Dahlan membanggakan penggunaan teknologi membrane di pabrik tersebut.
Hasilnya, kata Dahlan, garam yang diproduksi bisa lebih putih. "Di sini menggunakan konsep Teknologi Geo Membrane yang menghasilkan kualitas garam putih lebih bagus dan lebih cepat dari teknologi tradisional sebelumnya," jelas Dahlan, Sabtu (29/9).
Waktu yang dibutuhkan untuk produksi garam juga lebih cepat menggunakan teknologi itu. Dahlan menyebutkan, jika menggunakan teknologi tradisional, dibutuhkan waktu selama 40 hari. "Namun dengan Geo Membrane Cukup 5-10 hari, tergantung kebutuhan," jelasnya.
Lebih lanjut Dahlan menuturkan, jika garam yang ingin dihasilkan berkualitas halus, atau untuk kebutuhan konsumsi Rumah tangga, cukup 5 hari. Namun jika untuk kebutuhan industri, maka dibutuhkan waktu selama 10 hari agar sepuya kristalnya atau hasilnya besar-besar dan keras.
Mantan Dirut PLN ini membanggakan kualitas hasil produksi PT Garam yang dinilainya kualitas nomor wahid.
"Artinya tidak bercampur dengan tanah atau kotoran lainnya. Sedangkan yang biasa kualitas rendah dan agak kotor," katanya.
Sumber : Merdeka