MEULABOH - Realisasi produksi perikanan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, hingga triwulan ketiga sebanyak 12,7 ribu ton atau sekitar 63 persen dari target selama 2012 sebanyak 20,2 ribu ton.
Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Keluatan dan Perikanan Aceh Barat M Iqbal di Meulaboh, Rabu mengatakan, hasil tangkapan sebanyak itu melibatkan 400 lebih kapal nelayan dengan luas kawasan laut 292,795 kilometer persegi.
"Target kita hingga akhir 2012 ini mencapai 20,2 ribu ton, sehingga hal ini mampu meningkatkan pendapatan nelayan mereka," katanya.
Ia menjelaskan, untuk mempercepat pencapaian produksi peningkatan ekonomi masyarakat tersebut pemerintah daerah terus berupaya memberikan berbagai sosialisasi dan kemudahan prasarana alat tangkap untuk menggenjot hasil tangkapan nelayan.
Kata Iqbal, Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu daerah tertinggi dalam mengkonsumsi ikan, yakni antara 15 sampai 16 ton perhari atau 200 gram/kapita/hari.
Iqbal juga mengatakan, hingga triwulan ketiga 2012 ini tingkat pencapaian produksi diperkirakan sudah 12,723 ton seperti tahun 2011 lalu disebabkan oleh adanya pencurian ikan diperairan Aceh Barat diperhitungkan 8.000 sampai 10 ribu ton/tahun.
"Pencurian ikan di perairan laut Aceh Barat masih sering terjadi, meskipun kapal pengejar cepat napoleon 07 sudah sampai kemari dua pekan lalu namun belum dapat dioperasikan karena tidak ada dana," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, Kabupaten Aceh Barat memiliki empat kecamatan kawasan pesisir sentra produksi ikan nelayan yakni Johan Pahlawan, Meureubo, Sama Tiga dan Arongan Lambalek rata-rata mencapai 20 ton/hari.
Sebut Iqbal, pencapaian target tersebut memungkinkan tidak terakomodir sebab masih ditemukan sejumlah kendala baik lemahnya alat tangkap nelayan, ilegal fishing maupun sebab terkurasnya biota laut oleh penangkapan tidak ramah lingkungan.
Sebab itu pada tahun 2012 ini, pemerintah daerah sudah mengajukan kembali pembangunan kawasan pengembangan ikan di empat kecamatan yang berjarak satu mil ke atas dari bibir pantai.
"Saat ini coba kita lihat hasil tanggkapan nelayan sudah begitu rendah, malahan jenis ikan banyak yang kecil-kecil sebab biota laut ini tidak dapat berkembang banyak, karena terus digerogoti ketika masih kecil," pungkasnya.
Sumber : Antara-Aceh