BANDA ACEH - Sekjen Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Aceh Tgk H Faisal Ali menilai, Pemerintah Kota Banda Aceh kurang serius dalam menegakkan syariat Islam.
"Kami mendesak Pemko Banda Aceh agar serius menegakkan syariat Islam, bukan sekedar 'lipstik' dengan memberlakukan sikap adil dan tegas kepada pelanggar syariat," katanya di Banda Aceh, Jumat.
Salah satu penilaian kurang seriusnya Pemko Banda Aceh dalam menegakkan syariat Islam, Faisal menyebutkan tidak bersikap adil dalam menindak pelaku pelanggar hukum agama.
"Kami menyesalkan saat mengetahui informasi menyebutkan bahwa Danton WH Banda Aceh dicopot gara-gara menangkap bekas ajudan Wali Kota Banda Aceh yang diduga terkait kasus mesum," katanya menjelaskan.
Jika itu benar, Faisal Ali mengatakan sikap Pemko terutama Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin dan Wakil Wali Kota Illiza Saa'duddin Djamal telah "mendua" dalam penegakan syariat Islam.
"Artinya, satu sisi para pimpinan Kota Banda Aceh itu mengkampanyekan Banda Aceh sebagai kota Madani Islami, tapi di sisi lain menyalahkan oknum PNS yang menegakkan syariat Islam," kata dia menambahkan.
Di pihak lain, Faisal Ali juga menilai terjadi "kemunduran" penegakan syariat Islam dalam beberapa tahun terakhir di Kota Banda Aceh.
"Sejauh ini belum ada informasi yang menyebutkan adanya tindakan hukum terhadap pelaku pelanggar syariat Islam di Kota Banda Aceh. Menjadi pertanyaan kami, apakah tidak ada kasus pelanggaran syariat Islam selama ini di Kota Banda Aceh," kata dia menambahkan.
Sebelumnya, diberitakan, Ismail Ahmad dicopot dari jabatannya sebagai Danton WH karena menangkap oknum PNS AF, mantan ajudan Wali Kota Banda Aceh yang diduga melakukan mesum dengan seorang wanita di dalam mobil di kawasan Pantai Ulee Lheue, Selasa (2/4) sekitar pukul 15.00 WIB.
Namun, ketika Ismail Ahmad dan anggotanya memboyong pasangan itu ke kantor Satpol PP dan WH, mobil patroli yang mereka tumpangi dicegat Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh di kawasan Blang Padang.
Lalu oknum PNS berinisial AF itu dinaikkan ke mobil Kepala Satpol PP dan WH serta dibawa entah kemana. Sehari kemudian, Ismail Ahmad dicopot dari jabatannya. | antaraaceh