Beranda»Berita Umum»Termakan racun serangga, bayi di Aceh Utara meninggal

Termakan racun serangga, bayi di Aceh Utara meninggal

BISNIS ACEH
Kamis, 06 Februari 2014 11:28 WIB

LHOKSUKON – Nurahmani (16 bulan), bayi asal Desa Ulee Gle, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, meninggal dalam perjalanan saat dirujuk dari Puskesmas Pantonlabu ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Aceh Utara, Selasa (4/2) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah memakan racun serangga. Racun tersebut dia temukan bersama abangnya di dekat kandang ternak dan langsung dilahapnya.

Informasi yang diperoleh Serambi, kejadian itu berawal ketika Nurahmani bersama dua abangnya, Khairul Abadi (4) dan Ali Imran (2,5 tahun) bermain di dekat kandang ternak di belakang rumahnya, Selasa (4/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu ibu korban, Tihajar (28) berada di rumah, sedangkan ayahnya, Muhammad Amin (32) sedang di kebun.

Ketiga bocah itu melihat insektisida (racun serangga) jenis curater, berbentuk butiran halus berwarna cokelat kehitaman yang terbungkus plastik tersangkut di atap kandang kambing.

Lalu kedua abang korban mengaitnya dengan galah, sehingga bungkusan racun serangga itu jatuh dan berhamburan di tanah. Tanpa diketahui kedua abangnya, Nurahmani ternyata mengutip butiran cokelat itu lalu melahapnya.

Tak lama kemudian bayi itu pun terjatuh, lalu digotong kedua abangnya ke dalam rumah. “Saat itu seorang tetangga Tihajar melihat dua bocah itu mengangkat adiknya yang sudah kritis,” kata Keuchik Ulee Gle, M Hasan kepada Serambi, Rabu (5/2) kemarin.

Sang tetangga melihat kejadian itu, kata Keuchik M Hasan, langsung dia beri tahu kepada Tihajar. Setelah diperiksa ibunya, ternyata bayinya yang baru pandai jalan itu telah melahap butiran curater.

Korban segera dibawa ibunya ke Puskesmas Pantonlabu. Tapi karena kondisinya sudah parah, paramedis di puskesmas itu menyarankan pihak keluarga membawa pasien ke RSU Cut Meutia.

“Tapi sayangnya, sesampai di kawasan Kecamatan Baktiya bocah tersebut sudah mengembuskan napas terakhir. Lalu, keluarga korban langsung membawa pulang ke rumah untuk dikebumikan,” ujar Hasan.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sujono melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye Iptu Mukhtar menyebutkan, pihaknya belum mendapatkan informasi tentang kematian bayi tersebut. “Kenapa tidak dilaporkan ya kalau ada kejadian seperti itu?” ujarnya bertanya.

Harry Laksamana, dokter di Puskesmas Pantonlabu yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, setiba di puskesmas kondisi Nurahmani sudah parah. Kesadarannya sangat menurun.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban memang mengalami keracunan jenis insektisida dalam jumlah banyak. Racun itu diperkirakan sudah masuk ke paru-paru korban, karena itu korban kita rujuk ke RSU Cut Meutia supaya bisa mendapat perawatan intensif. Tapi kabarnya, belum sampai ke rumah sakit, bayi itu sudah meninggal,” kata Dokter Harry. | serambinews.com



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Berita Umum

Close