Beranda»Berita Umum»Sudah tiga kali, kapal peninggalan tsunami di Banda Aceh akan dihancurkan

Sudah tiga kali, kapal peninggalan tsunami di Banda Aceh akan dihancurkan

BISNIS ACEH
Rabu, 23 Januari 2013 19:20 WIB

[FOTO : http://gampongpungeblangcut.wordpress.com/]">FOTO : http://gampongpungeblangcut.wordpress.com/Kapal Patroli/KPLP KN-340 dan KN-382, di Punge Blang Cut, Banda Aceh

BANDA ACEH - Warga Gampong Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Aceh menolak upaya penghancuran dua kapal yang menjadi situs tsunami di gampong tersebut.

Ramzah, tokoh pemuda Gampong Punge Blangcut, di Banda Aceh, Rabu (23/1), mengatakan penghadangan ini sebagai upaya menyelamatkan jejak sejarah tsunami yang terjadi delapan tahun silam.

“Kami menolak dua kapal ini dihancurkan. Ini bukti sejarah tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 yang akan diwariskan kepada generasi mendatang,” ungkap Ramzah.

Ramzah mengatakan dua kapal milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) terdampar setelah diseret tsunami dari Pelabuhan Ulee Lhee, Banda Aceh, yang jaraknya sekitar 3 kilometer.

Lokasi kedua kapal KPLP terdampar tersebut jaraknya sekitar 500 meter dari tempat terdamparnya Kapal Apung milik PLN yang kini dijadikan objek tsunami.

Setelah 8 tahun, paparnya, kapal aset negara ini dilelang. Pemenang lelang ingin mengambil kapal tersebut dengan jalan memotongnya. Namun, warga menolaknya karena ingin mempertahankan bukti bencana dahsyat tersebut.

“Dua kapal ini terdampar di tanah warga seluas 800 meter persegi. Lima pemilik tanah tidak mempermasalahkan keberadaan kapal tersebut. Malah, mereka ingin kedua kapal itu jadi situs tsunami,” jelasnya.

Sementara, Riza Fahlevi, warga lainnya, mengatakan masyarakat Gampong Punge Blang Cut merasa kecewa atas sikap si pemenang lelang yang tidak menepati janjinya.

“Masyarakat dan pemenang lelang kapal ini pernah duduk membahas masalah ini. Dalam pertemuan itu, si pemenang lelang setuju untuk tidak memotong kapal menjadi bagian kecil-kecil. Malah dia siap menghibahkan kapal apabila lokasi ini dipugar jadi situs tsunami,” terangnya.

Namun, lanjutnya, si pemenang lelang, Selasa (23/1), kembali mendatangi kedua kapal tersebut membawa alat potong. Akan tetapi, upaya ini digagalkan masyarakat. Bahkan si pemenang lelang sempat memotong bagian belakang salah satu kapal.

“Ini yang ketiga kalinya si pemenang lelang hendak memotong kedua kapal tersebut Kami siap mempertahankan dua kapal ini untuk tidak dihancurkan sebagai bukti kepada anak cucu bahwa tsunami pernah menghancurkan gampong ini,” tambah Riza Fahlevi.

 

Sumber : Bisnis/Antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close