BENER MERIAH - PT Pertamina menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh, berupa bahan makanan senilai Rp80 juta.
Bantuan berupa beras, mie instan, susu, gula pasir, minyak goreng, selimut, dan tikar itu diserahkan Manager Marketing PT Pertamina Aceh Arie Wibowo ke posko Sentra Komunikasi Mitra Polri di Desa Fajar Harapan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Jumat.
Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan oleh relawan Senkom Mitra Polri kepada korban gempa di lokasi kejadian.
Arie menyatakan bantuan tersebut selain dari Pertamina juga dari kalangan dealer bahan bakar minyak dan LPG dari Banda Aceh.
Ia berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi para korban gempa yang tersebar di desa-desa.
"Kami percayakan kepada relawan Senkom Mitra Polri untuk membantu mendistribusikan bantuan tersebut sampai kepada korban," ujarnya.
Menyinggung persediaan BBM di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, ia menyatakan hingga saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah yang berhawa dingin itu.
"Kita juga memberi bantuan LPG dan minyak tanah untuk kegiatan dapur umum di lokasi pengungsian dan posko bencana," kata Arie yang didampingi Manager CRS Pertamina Raka.
Selain bantuan pangan, Pertamina juga membuka pos kesehatan di Desa Blang Mancung Barat, Kecamatan Ketol, Kabupaten Bener Meriah.
Pada pos itu, terdapat dokter dan perawat, serta obat-obatan.
"Kita sengaja memilih Desa Blang Mancung Barat, karena daerah tersebut merupakan lokasi terparah terkena dampak gempa, sehingga masyarakat akan lebih mudah untuk mendapat pelayanan kesehatan," ujarnya.
BKKBN Aceh juga menyerahkan bantuan melalui Senkom Mitra Polri berupa 1.000 lembar.
"Kita akan segera salurkan kepada korban, karena selama ini mereka tidur di luar rumah," kata relawan Ridwan.
Musibah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter pada Selasa (2/7) pukul 14.35 WIB itu mengakibatkan 1.265 unit dari 49 desa, enam kecamatan rusak berat dan 1.922 unit rusak ringan di Kabupaten Aceh Tengah. Belum termasuk bangunan milik pemerintah dan instansi lainnya.
Bupati Aceh Tengah Nasaruddin mengatakan, desa-desa terparah dilanda gempa terdapat di Kecamatan Ketol, karena hampir 90 persen rumah warga rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi. | antaraaceh.com