Beranda»Berita Umum»Pengkhianatan Bashar Al Asad terhadap Qaddafi

Pengkhianatan Bashar Al Asad terhadap Qaddafi

BISNIS ACEH
Senin, 01 Oktober 2012 20:34 WIB

 

[FOTO : ISTIMEWA]">FOTO : ISTIMEWAMuamar Qhaddafi

TRIPOLI - Sebuah laporan dari surat kabar the Daily Telegraph mengatakan seorang pejabat pemerintah Suriah telah memberikan nomor telepon satelit pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi kepada intelijen Prancis. Sebab itu, dia bisa ditangkap dan dibunuh di kota kelahirannya, Sirte.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (1/10), koran itu mengutip mantan pejabat intelijen senior di Ibu Kota Tripoli, Libya, yang memastikan Presiden Suriah Basyar al-Assad telah menjual informasi itu demi keuntungannya sendiri. Kejadian ini bisa disebut pengkhianatan terbesar di antara pemimpin di Timur Tengah.

Mantan Kepala Intelijen Luar Negeri Libya Rami al-Ubaidi mengatakan Presiden Assad menawari pemerintah Prancis nomor telepon satelit sebagai imbalan atas pengurangan tekanan Prancis terhadap Damaskus. "Sebagai imbalan atas informasi ini, Assad memperoleh pengurangan tekanan politik dari pemerintah Prancis," ujar Ubaidi.

Pernyataan Ubaidi itu senada dengan pernyataan Mahmud Jibril, perdana menteri pada saat pemerintahan transisi. Dia mengatakan ada agen intelijen asing terlibat dalam operasi yang membuat Qaddafi terbunuh.

Meski kewarganegaraan intelijen itu tidak dia sebut, namun surat kabar Italia Corriere della Sera mengutip pernyataan diplomat di Tripoli menyebutkan agen rahasia itu hampir dipastikan berasal dari Prancis.

Qaddafi pernah mengancam secara terbuka akan mengungkap sumbangan dananya buat Nicolas Sarkozy pada pemilihan presiden Prancis 2007. "Sarkozy punya alasan untuk menyingkirkan Qaddafi secepatnya," ujar diplomat itu.

Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berperan penting dalam misi NATO yang mengebom Libya dan memberikan tekanan internasional kepada rezim Assad.

Ubaidi menjelaskan intelijen Prancis mulai mengawasi telepon satelit Iradium milik Qaddafi ketika dia menggunakannya untuk menghubungi sejumlah pejabat setianya. "Intelijen Prancis terlibat langsung dalam kematian Qaddafi, termasuk pembunuhannya," ujarnya.

Walhasil, mereka mampu melacak lokasi dan mengawasi segala pergerakan Qaddafi. Ubaidi menyebut misi ini sebagai operasi eksklusif Prancis.

Sumber : merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Susila Utama (082364739463)


Komentar Anda

Terbaru di Berita Umum

Close