BANDA ACEH - Para pedangan di kawasan Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, mengaku pendapatan mereka turun drastis sejak dibatasinya waktu berkunjung atau diberlakukannya sistem buka-tutup di kawasan pantai tersebut oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh.
"Berubah sekali, pendapatan berkurang hampir setengah dari pendapatan dulu," ungkap Ermiyati (28), seorang pedagang jagung bakar di kawasan pantai tersebut, Rabu (3/10).
Dikatakan, pembatasan itu telah membawa perubahan bagi perekonomian para pedagang. Padahal mereka hanya mengandalkan tempat tersebut sebagai lahan mencari nafkah. Karena pada malam hari mereka tidak bisa berjualan lagi.
"Sekarang kalau malam kami tak berjualan lagi. Kalau dulu sehari dapat Rp150 ribu, sekarang kurang dari Rp100 ribu," ujar Ermiyati.
Saat ini, Pemko Banda Aceh telah membatasi waktu berkunjung ke tempat rekreasi itu hingga pukul 18.00 WIB. Jika sudah lewat dari pukul itu, maka portal di jalan masuk akan ditutup. Namun, ada juga pengunjung yang tetap masuk melewati portal di jalan keluar, hingga beradu dengan pengunjung yang hendak keluar dari area tersebut.
Biasanya, pedagang yang umumnya warga setempat menjajakan makanan dan panganan ringan, seperti jagung bakar, air kelapa muda, sate. Dengan dibatasinya waktu berkunjung, membuat para pedagang selepas pukul 18.00 WIB berjualan di Jalan T Iskandar yang masih dikawasan pantau Ulee Lheue.
Pembatasan pembukaan lokasi wisata ini, sehubungan maraknya aksi maksiat yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab, sehingga Pemko Banda Aceh membatasi jadwal hingga sore hari saja atau hingga menjelang magrib.
Sumber : Analisa