BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat perdamaian di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
“Perdamaian ini harus terus berlanjut dan dapat dirasakan anak cucu kita. Karena itu, semua elemen masyarakat harus bisa memperkuat perdamaian ini,” ungkap Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah ketika menanggapi perjalanan damai Aceh yang akan memasuki tahun ke sembilan.
Perdamaian Aceh dimulai sejak ditandatanganinya nota kesepakatan bersama antara RI dan GAM atau dikenal dengan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.
Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat mengingat momentum bersejarah 15 Agustus 2005 serta pahitnya masa konflik.
“Ingatan masa konflik ini bukan untuk membangkit-bangkitkan masa lalu. Tapi, ini sejarah yang perlu dikenang bagaimana pahitnya semasa konflik,” ungkap Zaini Abdullah.
Selain memperkuat perdamaian, kata dia, MoU Helsinki yang diimplementasikan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh atau dikenal dengan sebutan UUPA harus terus disosialisasikan.
Sosialisasi, lanjut dia, tidak hanya ditujukan kepada masyarakat Aceh, tetapi juga kepada seluruh rakyat Indonesia, sehingga mereka mengetahui substansi perdamaian dan kekhususan Aceh.
“Pemerintah Aceh juga sudah memasukkan materi perdamaian Aceh ini masuk kurikulum. Dan diharapkan, kurikulum perdamaian ini diajarkan ke seluruh sekolah di Indonesia,” ungkap Zaini Abdullah.
Sumber : antara