BANDA ACEH - Setelah dinyatakan hilang satu pekan, Romi (7) anak seorang tunawicara yang tinggal di Peunayong, Banda Aceh akhirnya ditemukan oleh seorang jurnalis di Aceh. Lokasi ditemukannya Romi berada di kawasan Kuta Alam yang berjarak sekitar 5 km dari rumah Romi.
Penemuan Romi segera merebak pada jurnalis, karena baru saja media massa memberitakan mengenai kehilangan Romi. Apalagi Romi ditemukan oleh wartawan lokal Aceh di sebuah warung kopi (warkop). Saat itu Romi hendak meminta sedekah untuk membeli nasi, karena dia sudah kelaparan.
Fadhil Batubara, jurnalis yang menemukan Romi menaruh curiga pada sosok Romi yang meminta sedekah pada dirinya, saat berada di warung kopi di Kuta Alam. Saat itu juga, Romi bertanya alamatnya dan saat itu Romi sempat ketakutan dan melarikan diri ke arah Simpang Lima, Banda Aceh.
"Waktu saya tanya Romi sepat lari, lalu saya kejar dia dan setelah saya bujuk dia mau menceritakan indentitasnya," kata Fadhil Batubara. Romi anak yang hilang itu tidak bisu sebagaimana diberitakan sebelumnya, hanya ibu Romi yang tunawicara.
Kemudian Fadhil membelikan satu bungkus nasi untuk Romi dan memperlihatkan video orangtuanya yang menangis karena kehilangan Romi. Saat itu juga Romi mengaku yang di video itu adalah orangtua sendiri dan Romi pun diantar oleh sejumlah wartawan ke rumah Romi yang berada di tempat pelelangan ikan (TPI) Peunayong di sebuah gubuk.
Setiba di rumah Romi, ibunya bernama Salami yang tunawicara seakan-akan berteriak meskipun tidak ada suara sembari memeluk Romi dan merangkulnya. Isak tangis pun pecah tak dapat dibendung.
Dengan menggunakan bahasa isyarat, Salami menceritakan bahwa Fitri, adik Romi sempat jatuh sakit karena Romi tidak pulang. Karena tiap malam Fitri bertanya kakaknya di mana dan mengapa tidak pulang ke rumah.
Kemudian kisah haru dan sangat menyentuh berlanjut di dalam sebuah ruang yang gelap di gubuk yang mereka tempati. Saat itu Romi membuka bungkus nasi yang diberikan tadi dan menyisihkan nasi tersebut untuk adik bungsunya, Fitri yang terbaring sakit di sampingnya.
Kini Romi sudah kembali bersama keluarga dan telah berkumpul kembali di sebuah gubuk di tengah-tengah kemegahan kota Banda Aceh, yang dijuluki menjadi model Kota Madani yang mencontohkan kepemimpinan Rasulullah.
Ini juga potret kehidupan seorang ibu tunawicara miskin yang harus menghidupkan keempat buah hatinya, di tengah-tengah hiruk pikuk kemegahan kota Banda Aceh sendirian. Karena suami Salami saat ini sedang mendekam di dalam penjara.
Sumber : Merdeka