BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) mendukung upaya menjadikan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) sebagai bandara transit untuk melayani penerbangan di wilayah ujung paling Barat Indonesia.
"Kami mendukung SIM sebagai bandara transit melalui penyediaan avtur yang cukup untuk kebutuhan penerbangan," kata Sales Area Manejer Fuel Retail Marketing Aceh M Iqbal Dian Kurniawan di Banda Aceh, Selasa.
Dia mencontohkan Pertamina telah menambah pasokan avtur khususnya selama musim haji sejak dijadikannya SIM sebagai bandara transit oleh pesawat Garuda dari wilayah Kalimantan.
"Selama musim haji kita telah menambah volume pasokan avtur ke bandara SIM. Itu merupakan bentuk dukungan kami bagi pengembangan pelayanan penerbangan di Aceh," kata M Iqbal.
Seperti diberitakan sebelumnya tercatat 32 kelompok terbang (kloter) calon jamaah haji dari Balikpapan dan Banjarmasin transit di SIM untuk pengisian avtur pesawat terbang sebelum bertolak ke Mekkah, Saudi Arabia.
M Iqbal menjelaskan, tercatat 150 ribu kiloliter avtur dipasok ke terminal bahan bakar minyak (BBM) Krueng Raya, dan selanjutnya didistribusikan depo pengisian ke pesawat terbang di Bandara SIM Blang Bintang.
"Yang jelas, jika pemerintah serius mewujudkan SIM sebagai bandara transit tidak hanya untuk penerbangan domestik tapi juga internasional maka kami akan mendukungnya," katanya menambahkan.
Dipihak lain, M Iqbal juga menjelaskan di Aceh terdapat beberapa terminal BBM untuk melayani kebutuhan pasokan bagi masyarakat di 23 kabupaten dan kota di provinsi ini.
Namun terminal BBM terbesar di Kota Lhokseumawe, kemudian terminal Krueng Raya yang dilengkapi sembilan tangki timbun masing-masing untuk jenis premium, solar, avtur dan pertamax.
Stok BBM di terminal Krueng Raya itu dipasok dari Tanjung Uban Provinsi Kepulauan Riau, dengan kapal tanker.
Sumber : Antara