BANDA ACEH - Jelang bulan suci Ramadhan, petugas Bea dan Cukai Banda Aceh menyita puluhan sak gula ilegal di pelabuhan Ulee Lheue, Selasa (24/6). Gula ilegal tersebut dibawa dari pelabuhan bebas, Sabang oleh masyarakat setempat ke daratan Banda Aceh.
Pantauan di pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, gula ilegal yang dibawa dari pulau Sabang diletakkan dalam ruang parkir kendaraan. Terlihat karung gula pasir berwarna biru tersusun rapi di samping dinding kapal.
Menurut seorang petugas Bea dan Cukai, Banda Aceh, Asep Cucu Suryadiana mengatakan, sudah lama diincar oleh petugas. Bahkan Asep mengaku ada mendapat laporan beberapa kali sudah lolos dan tidak terpantau oleh petugas.
"Ini hasil pantauan langsung ke lapangan oleh petugas kami, sedikitnya kita sita ada 30 sak gula pasir," kata Asep Cucu Suryadiana di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Asep menduga, tidak banyak didapatkan gula dalam kapal tersebut karena diperkirakan sudah bocor. Padahal menurut laporan petugas di lapangan, ada satu mobil pick up jenis L300 gula pasir dari Sabang itu hendak diseludupkan ke Banda Aceh.
"Jadi tidak mungkin kami hanya melihat saja gula dari Sabang itu dilewatkan secara ilegal," imbuhnya.
Gula pasir tersebut yang dipasok dari Singapore untuk kebutuhan di Sabang. Karena Sabang memiliki pelabuhan bebas. Akan tetapi, semua barang dari luar negeri yang dipasok ke Sabang tidak diizinkan dibawa ke daratan, Banda Aceh tanpa memiliki izin.
Sumber : merdeka