Beranda»Ritel & Grosir»Harga kebutuhan pokok di Subulussalam masih tinggi

Harga kebutuhan pokok di Subulussalam masih tinggi

BISNIS ACEH
Senin, 14 Januari 2013 11:43 WIB

IlustrasiFOTO : ISTIMEWAIlustrasi

SUBULUSSALAM - Hingga memasuki pertengahan Januari 2013, harga beberapa bahan pokok di Kota Subulussalam masih tinggi. Padahal, kenaikan itu terjadi sejak menjelang Tahun Baru 2013. Seorang pedagang di Pasar Terminal Terpadu Kota Subulussalam, Sariah, kepada Analisa, Minggu (13/1) mengatakan, kenaikan harga bahan itu dikarenakan naiknya permintaan sementara persediaan terbatas.

Beberapa jenis kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan dan tak kunjung turun itu di antaranya beras, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah dan beberapa lainnya.

Kenaikan harga bahan pokok yang berkisar Rp 1.000-5.000 per jenis itu terjadi pada kebutuhan yang paling mendasar seperti beras. Beras merek Sinar Alam isi 15 kg yang biasanya dijual Rp140 ribu menjadi Rp 145 ribu, dan beras Sajiku dari Rp120 ribu menjadi Rp125 ribu. Demikian juga beras cap Merpati dari Rp145 kini menjadi Rp150 ribu. Kenaikan harga beras ini juga terjadi pada sejumlah merek beras lainnya.

Kemudian,lanjutnya, bawang merah dari Rp21 ribu menjadi Rp24 ribu/kg, bawang putih dari Rp18 ribu menjadi Rp21 ribu/kg, telur ayam dari Rp29 ribu menjadi Rp32 ribu/papan.

Kenaikan harga telur ayam ini juga membuat harga eceran perbutirnya merangkak naik. "Jika sebelumnya Rp1.000/butir kini menjadi Rp5 ribu/empat butir," kata ibu tiga anak ini.

Meski demikian, ada sejumlah bahan pokok yang harganya turun.Di antaranya, gula pasir dari Rp14 ribu menjadi Rp12 ribu/kg, minyak goreng dari Rp10 ribu menjadi Rp9 ribu/kg, cabai merah dari Rp20 ribu menjadi Rp16 ribu/kg, sedangkan cabai rawit bertahan di kisaran harga Rp28 ribu/kg.

Kenaikan harga sembako ini juga diakui pedagang lainnya, Ika Erawati. Menurutnya, pasca Tahun Baru, sejumlah bahan pokok memang sempat naik dan hingga saat ini belum turun kecuali beberapa jenis seperti minyak goreng dan gula pasir. Penurunan itupun baru terjadi dalam beberapa hari ini.

Seorang ibu rumah tangga, Rosmani, mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok tersebut. Ibu dua anak ini berharap agar harga tersebut turun kembali mengingat ini menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat dan harus ada setiap hari.

Meski harga bahan pokok masih mahal, namun pasar tradisonal ini tetap ramai dikunjungi konsumen setiap hari, tak tekecuali Minggu saat pasar ini terlihat penuh sesak.

Demikian juga di Pasar Ikan yang dipenuhi konsumen, terutama kaum ibu. Meski diserbu oleh konsumen, tapi harga ikan segar tergolong normal karena banyak pasokan ikan dari Aceh Singkil dan Bakongan, Aceh Selatan.

Harga ikan segar yang masih stabil juga dipicu dengan tersedianya ayam potong di pasar ini hingga pengunjung memiliki banyak pilihan untuk dikonsumsi.

 

Sumber : Analisa



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close