Beranda»TI & Telekomunikasi»Google diperkirakan akan hancurkan YouTube

Google diperkirakan akan hancurkan YouTube

BISNIS ACEH
Rabu, 18 Juni 2014 16:56 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaGoogle

JAKARTA - Kebijakan baru yang dibuat oleh Google untuk menaikkan pendapatan dari iklan di YouTube diperkirakan malah akan menghancurkan situs streaming video tersebut secara perlahan-lahan.

Sejak mulai beroperasi pada tahun 2005 yang lalu, YouTube memang telah menjadi tempat untuk mendengarkan lagu nomor satu bagi sebagian besar pengguna internet. Bahkan penelitian terakhir mengungkapkan YouTube telah menggeser CD sebagai media musik pilihan anak muda, terutama di negara-negara maju seperti Amerika.

Dengan rata-rata penonton bulanan hingga 1 miliar orang, YouTube menjadi lahan 'basah' bagi Google untuk menanamkan iklan-iklan yang bisa menambah pundi-pundi kekayaan perusahaan dengan nilai terbesar di dunia tersebut.

Akan tetapi, langkah terbaru dari Google untuk menghasilkan uang lewat program baru yang bernama YouTube Music Pass diklaim 'mematikan'. Lewat program tersebut, nantinya YouTube akan memberikan pilihan bagi para calon pelanggan konten-kontennya untuk menonton video dengan atau tanpa iklan. Jika menginginkan streaming video tanpa iklan pelanggan harus membayar USD 10 atau sekitar Rp 120 per bulan.

Hal inilah yang dianggap sebagai blunder dari Google. Bukannya mendapat hasil positif, tapi Google telah mendapatkan tentangan dari para label indie yang menggunakan YouTube. Label-label indie tersebut belum bersedia untuk menandatangani kontrak penggunaan YouTube Music Pass.

Label-label indie yang menolak ternyata berkontribusi sekitar 10 persen dari seluruh konten video musik di YouTube. XL Recordings dan Domino Records yang menjadi studio bernaung pemusik hebat macam Adele, Animal Collective, dan Arctic Monkeys pun terancam akan diblokir di YouTube oleh Google.

Label-label indie tersebut belum mau menandatangani kontrak akibat merasa dianaktirikan oleh Google. Mereka mengaku jika penawaran kontrak untuk label indie cenderung merugikan dan berbanding terbalik dengan kontrak yang ditawarkan pada label-label mayor seperti Sony, Warner, dan Universal. Kontrak yang disodorkan pada label-label raksasa itu dianggap lebih menguntungkan.

Tapi Google tetap bergeming. Perusahaan tersebut tetap keukeuh dengan sikapnya yang akan melarang label indie untuk mengunggah video-video ke YouTube tanpa ada pengecualian jika kontrak tetap tidak ditandatangani, Gizmodo (17/6).

Konsekuensinya pun diperkirakan akan sangat merugikan, baik untuk YouTube, label indie, dan penonton setia YouTube sendiri. YouTube bisa saja kehilangan banyak pelanggan yang menjadi penggemar band-band indie saat mereka tak bisa menonton idolanya di situs yang 'meledakkan' rapper Korea Selatan, Psy, itu.

 

 

 

Sumber : merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close