JAKARTA - Tambahan produksi minyak dari Blok Cepu belum bisa memberikan sentimen positif bagi peningkatan produksi nasional.
Bahkan produksi minyak nasional diperkirakan bakal terus mengalami penurunan. Mantan Direktur PT Pertamina (Persero), Ari H Soemarno menyebutkan, sampai hari ini produksi rata-rata harian produksi minyak hanya sebesar 810 ribu barel per hari (bph).
Sementara produksi penuh minyak dari Blok Cepu hanya dirasakan di tahun depan dengan tambahan sekitar 150 ribu bph.
Dengan skenario itu di tahun depan lifting minyak bakal bergerak ke level 960 ribu bph. "Saya akui produksi minyak ini memang bertambah. Tapi sumur-sumur minyak yang lain tentu mengalami penurunan," kata Ari di Jakarta, Selasa (24/6/2025).
Menurut dia, peningkatan lifting minyak ke angka 960 ribu bph hanya akan dirasakan sampai akhir tahun 2015. Sementara di tahun-tahun selanjutnya, decliene dari sumur-sumur dan Blok minyak yang ada memengaruhi besaran lifting.
"Kita paling hanya merasakan tambahan produksi itu selama akhir tahun 2015. Sisanya akan terus mengalami penurunan dari sumur-sumur yang sudah ada. Kan tidak mungkin stabil produksinya, pasti ada decline," ucap Ari.
Sementara itu, ia memperkirakan produksi minyak dari Blok Cepu juga terus mengalami penurunan. Bahkan dalam skala lima sampai enam tahun mendatang produksi minyak Blok Cepu akan habis.
"Blok Cepu tidak selamanya stabil produksinya. Tentu mengalami penurunan juga. Dalam lima sampai enam tahun mendatang cadangannya saya perkirakan juga habis," ujarnya.
Data Kementerian ESDM mencatat, produksi minyak Blok Cepu saat ini mencapai 29 ribu bph. Per September 2014, produksi ditargetkan naik 10 ribu bph dengan adanya tambahan fasilitas. Ditargetkan pada April 2015 produksi minyak bergerak ke level 165 ribu bph.
Sumber : inilah