Beranda»Ekonomi»BI Aceh : Ramadhan dan Lebaran selalu terjadi kenaikan harga pangan

BI Aceh : Ramadhan dan Lebaran selalu terjadi kenaikan harga pangan

BISNIS AECH
Minggu, 22 Juni 2014 14:48 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaKantor BI Aceh

BANDA ACEH - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Aceh, Jumat (20/6), menggelar rapat koordinasi dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri. Rapat diselenggarakan di Meulaboh, Aceh Barat, dihadiri oleh TPID kabupaten/kota yang telah terbentuk.

Zulfan Nukman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan, menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran selalu saja terjadi kenaikan harga bahan pangan yang diakibatkan peningkatan demand yang luar biasa. Peningkatan ini seringkali tidak diimbangi kecukupan supply yang ada.

“Kesenjangan antara demand dan supply inilah yang menyebabkan harga naik. Ditambah kondisi ini semakin diperparah oleh masalah logistik, distribusi dan supply chain yang ada,” katanya dalam rilis BI yang diterima, kemarin.

Sejalan dengan hal tersebut Asisten Pembangunan dan Ekonomi Aceh, Azhari Hasan, menambahkan, pemerintah daerah berperan penting memonitor harga dan menjamin ketersediaan pasokan, serta kesiapan sarana dan prasarana infrastruktur untuk kelancaran distribusi.

Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki kewenangan untuk memastikan tidak adanya upaya-upaya spekulasi maupun penimbunan dari pelaku usaha yang nantinya dapat mendorong kenaikan harga barang yang tidak wajar.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Kepala Disperindag Provinsi Aceh Safwan dan Kepala Bulog Divre Aceh Ardi Ali yang menyampaikan kondisi stok bahan pangan. Ardi mengatakan, stok beras Bulog masih mampu untuk mencukupi kebutuhan hingga enam bulan kedepan.

 

 

 

 

Sumber : tribunnews



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close