Beranda»Kolom»Pemerintah SBY gagalkan perjuangkan nasib kaum perempuan Indonesia

Pemerintah SBY gagalkan perjuangkan nasib kaum perempuan Indonesia

FARA DIANA ~ Caleg DPR RI
Sabtu, 04 Mei 2013 16:05 WIB

FOTO : ist/bisnisaceh.com

Sampai saat ini ternyata masih sangat banyak kaum prempuan termajinalkan oleh kaum laki-laki. Untuk itu, sudah saatnya harus ada keterbukaan dan memberikan kesempatan berkarya bagi kaum perempuan untuk mengisi kemardekaan, dan membangun karakter generasi bangsa dari keterpurukan.

Peran wanita terutama ibu  dalam membangun karakter generasi bangsa sangat besar bukan hanya berperan sebagai domestic dan social tapi juga memiliki peran politik. Untuk itu, sudah sewajarnya para wanita memiliki ilmu pengetahuan agar didalam mendidik anak-anak mampu memberikan pendidikan dan pencerdasan anak bangsa.

Ada lima pokok yang sampai saat ini masih terus diperjuangkan yaitu, Kesejahteraan; Ilmu Pengetahuan; Pembangunan; Pendidikan dan Kesehatan. Kelima sector ini memiliki peran sangat penting dalam memperjuangkan derajat kaum perempuan khususnya ibu-ibu.

Hal ini yang menjadi keinginan saya sebagai seorang wanita yang  terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai calon legislative DPR RI untuk  Daerah pemilihan Nanggroe Aceh Darrusalam  1 melalui partai Gerindra  ,yang menurut saya partai Gerindra mempunyai  platform yang jelas  dalam memperjuangkan kaum wanita  untuk dapat dihormati dan hidup layak

sering kali para ibu-ibu mengeluh dan menyampaikan aspirasi kepada saya terkait masih cukup kurangnya perhatian pemerintah dalam mendukung kaum perempuan khususnya ibu-ibu untuk mendapatkan penghasilan tambahan dalam mensokong kebutuhan ekonomi keluarga.

Lihat saja banyak kaum perempuan di setiap stopan jalanan dan lampu merah ada ibu-ibu dan anaknya terpaksa mengemis demi memenuhi kebutuhan hidupnya.ini membuktikan bahwa pemerintah telah gagal menjadikan kaum perempuan untuk lebih dihormati dan disejahterakan

Selain harus menjadi pengemis dijalanan , bukti lain yang menunjukan bahwa Pemerintah  bahwa pemerintah gagal dalam memperbaiki nasib para kaum wanita yaitu dengan makin bertambahnya pengangguran di di pedesaan dan makin sempitnya lahan untuk mencari nafkah bagi masyarakat sehingga memaksa kaum wanita pedesaan untuk mencari nafkah dengan menjadi TKI diluar negeri demi untuk mencukupi  ekonomi keluarganya , dan yang memprihatinkan sekali setelah bekerja di luar negeripun ,tenaga kerja wanita yang bekerja disana tidak mendapatakan perlindungan dari pemerintah sehingga banyak sekali kasus kasus yang menimpah pekerja wanita Indonesia yang di luar negeri seperti pemerkosaan ,pelecehan seksual , penyiksaan dan gaji tidak dibayar oleh majikannya .

Selain menjadi pengemis dan TKI di luar negeri akibat kegagalan pemerintah SBY –Budiono dalam menciptkan pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja ,serta  keberpihakan SBY Budiono terhadap sistim ekonomi yang neolib dan kapitalisme ,meyebabakan wanita Indonesia banyak yang menjadi pelacur diluar negeri dan dalam negeri akibat kegagalan yang dilakukan pemerintah dalam menjaga harkat dan martabat wanita .

Himpitan ekonomi  yang makin sulit juga meyebakan kaum wanita banyak yang terlibat penjualan bayi keluar negeri ini sungguh sangat memprihatinkan , bahwa pemerintah SBY-Budiono telah gagal dalam memperbaiki nasib para kaum wanita di Indonesia .

Karena itu poin poin diatas yang meyebabkan keinginan saya yang belatar belakang pekerjaan seorang artis wanita  untuk meperjuangkan kaum wanita di parlemen jika saya terpilih saya akan memeperjuangkan sesuatu Undang undang yang dapat melindungi kaum wanita untuk lebih terhormat serta memperjuangkan dana alokasi APBN untuk dana pinjaman lunak atau bergulir sebagai modal usaha dengan prosedur peminjaman tidak berbelit-belit dan tanpa anggunan, tentunya ibu-ibu tidak mau jadi pengemis, atau TKI di luar negeri yang hanya jadi pembantu rumah tangga dan kadangkala dijadikan pelacur di Luar negeri ,

Apalagi dengan naiknya harga BBM tentu saja kehidupan ekonomi akan semakin tentu saja ini kana semakin banyak pengemis pengemis di jalanan yang akan didominasi oleh kaum wanita sehingga sudah sepatutnya kaum ibu dan wanita untuk secara tegas menolak kebijakan kenaikan BBM yang hanya bermotive untuk mencari suara bagi partai Demokrat dengan mengunakan dana kompensasi akibat kenaikan harga BBM ,hal ini sama seperti yang dilakukan SBY ketika menaikan harga BBM pada tahun 2008 dan meyiapkan Bantuan lunak tunai atau BLT kemudia didekat dekat pemilu 2009 SBY menurunkan harga BBM



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Kolom

Close