BANDA ACEH - Bank Indonesia melakukan rotasi dan pergantian jajaran pimpinan Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Aceh. Kepala BI Aceh yang sebelumnya dijabat oleh Mahdi Muhammad digantikan oleh Zulfan Nukman yang sebelumnya merupakan pejabat BI Cabang Lhokseumawe.
Proses erah terima pergantian pucuk pimpinan BI Aceh tersebut dilaksanakan aula BI di Banda Aceh yang disaksikan kepala BI Wilayah IX Sumatera Utara-Aceh Hari Utomo.
Gubernur Aceh yang diwakili Sekda Aceh T Setia Budi dalam serah terima pucuk piminan BI Aceh tersebut dalam amanatnya meminta kepada BI agar berperan aktif dalam mendorong perekonomian Aceh, khususnya sektor ekonomi produk, UKM dan pertanian.
"Peran BI dalam mendorong Perbankan di Aceh guna membangun perekonomian Aceh sangat nyata," kata Gubernur.
Untuk itu, tukas Gubernur, kedepan peran-peran BI Aceh hendaknya dapat terus ditingkatkan guna memacu pertumbuhan perekonomian Aceh, terutama mendorong fungsi dan peran intermediasi perbankan di Aceh.
"Dukungan Perbankan sangat dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan Aceh dari daerah lain, terutama dalam mensejahterakan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Hari Utomo, Kepala BI Perwakilan IX Sumut-Aceh mengatakan bahwa pergantian pucuk pimpinan BI memiliki peran yang starategis dalam menjaga kesinambungan BI di Aceh.
"Pergantian ini juga dalam rangka tour of duty atau penyegaran tugas, serta regenerasi dan kaderisasi para pejabat di BI," sebutnya.
Karenanya, kedepan, dengan adanya kepala BI yang baru, BI wilayah Aceh dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam mendorong perekonomian wilayah, serta dapat menjelaskan arah strategi perekonomian di Aceh.
"Hal yang terpenting adalah meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat terhadap perbankan," tukasnya.
Prosesi pelantikan ini dihadiri para pejabat dan pimpinan Perbankan di Aceh, serta jajaran pemerintahan Aceh, tampak pula hadir kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar.