JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Agus D. Martowardjojo menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hanya akan sementara saja, meski sempat menyentuh Rp12.000.
"Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh keadaan global, kondisi Amerika Serikat, perang Irak," ungkapnya, Jumat (20/6/2025).
Selain itu, tertekannya neraca transaksi berjalan Indonesia yang masih dibarengi dengan keadaan pesta demokrasi. Namun, pola musimannya adalah pada kuartal II ada kebutuhan membeli valuta asing (valas) dalam jumlah besar, karena ada kewajiban membayar dividen, repatriasi, royalti dan membayar utang luar negeri serta bunga.
Kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,42% terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (20/6/2025), setelah sebelumnya menguat.
Berdasarkan data Bank Indonesia, kurs tengah rupiah hari ini dipatok pada level Rp11.967 per dolar AS, melemah dari kurs tengah sebelumnya Rp11.916 per dolar AS.
Adapun jika dibandingkan dengan patokan kurs tengah awal pekan ini di level Rp11.814 per dolar AS, maka kurs tengah hari ini tertekan 1,29%.
Agus mengungkapkan kondisi jika keadaan di luar negeri sudah membaik serta pemilihan presiden telah usai, maka kondisi rupiah akan kembali normal. | bisnis.com