Beranda»Keuangan & Perbankan»Pelemahan harga emas masih berlanjut ke pekan depan

Pelemahan harga emas masih berlanjut ke pekan depan

BISNIS ACEH
Sabtu, 11 Mei 2013 18:38 WIB

EmasFOTO : IstimewaEmas

NEW YORK - Harga emas ditutup melemah di akhir pekan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat para pelaku pasar ragu harga emas bisa menguat pada pekan depan.

Survei yang dilakukan situs online emas Kitco, Sabtu (11/5/2026), dari 25 responden survei, sebanyak 8 orang responden yakin harga emas akan naik pada minggu depan. Sementara 11 orang lainnya memprediksi harga emas bakal turun, sisanya sebanyak 6 orang berpendapat harga logam mulia stagnan.

Responden survei tersebut terdiri dari dealer bullion, bank investasi, pedagang berjangka, fund manager dan analis.

11 responden yang menilai harga emas bakal turun berpendapat, pelemahan harga logam mulia disebabkan beberapa faktor seperti penguatan dolar AS dan pasar saham.

Emas mencoba untuk naik, tapi gagal. Penurunan berkepanjangan ini terjadi karena pasar mendorong harga emas ke atas US$ 1.400 per ounce dan bertahan di bawah US$ 1.500 per ounce selama beberapa minggu.

Pembelian emas fisik di India dan China tak akan mampu mengganti investasi dolar AS yang masuk ke pasar emas. Menguatnya nilai tukar dolar AS menjadi masalah besar bagi emas.

Dolar AS terus menguat terhadap yen dan diperdagangkan sekitar 101,61 yen per dolar AS pada Kamis setelah naik di atas batas 100 yen untuk pertama kalinya sejak April 2009. Dolar yang lebih kuat cenderung mengurangi harga untuk komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas.

 

Sumber : Liputan6



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close