LONDON - Harga emas pekan depan Senin-Jumat 5-9 November 2012 diyakini naik. Pedagang emas menjadi yang paling bullish dalam 10 pekan dan jumlah penimbunan logam mulia investor menyentuh rekor menyusul janji bank sentral untuk memberikan stimulus lebih guna memacu pertumbuhan ekonomi.
Sebanyak 18 dari 27 analis yang disurvei Bloomberg memperkirakan harga akan naik pekan depan dan 5 lainnya mengatakan akan turun. Sementara itu, 4 lainnya berpendapat netral.
Kepemilikan emas di bursa naik selama 3 bulan terakhir, jangka waktu terbaik sejak Agustus 2011, menurut data Bloomberg. Jumlah kepemilikan mencapai rekor 2.588,4 metrik ton senilai Rp149 miliar, pada 1 November 2012.
Bank Sentral Jepang meningkatkan program pembelian aset hingga US$137 miliar pada 30 Oktober, ke dua kalinya dalam 2 bulan. The Fed mengatakan pihaknya berencana untuk terus membeli obligasi dan Bank Sentral Eropa hingga China telah bertekad akan bertindak lebih untuk meningkatkan perekonomian.
Harga emas naik 70% karena The Fed membeli utang senilai Rp2,3 triliun dalam pelonggaran moneter putaran kedua dari Desember 2008 hingga Juni 2011.
"Semua bank sentral sangat perihatin akan depresiasi mata uang sehingga mereka menjaga kebijakan moneter selonggar mungkin," ujar Mark O'Byrne, Direktur Eksekutif Goldcar Ltd di Dublin, kutip Bloomberg hari ini, Minggu (4/11/2025).
Menurutnya, saat ini orang-orang membeli emas sebagai aset lindung nilai untuk melindungi ancaman depresiasi mata uang.
Sepanjang tahun berjalan harga emas menguat 7,6% menjadi US$1.681,97 per ons di London, menuju kenaikan ke 12 berturut-turut.
Prediksi harga emas pekan depan5-9 November 2012
|
Kondisi |
Kemungkinan |
|
Harga naik |
67% |
|
Harga turun |
19% |
|
Harga Stagnan |
14% |
Sumber : Bisnis / Bloomberg