JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengatakan bahwa hasil pemilihan presiden tidak akan berdampak terhadap laju investasi langsung (direct investment).
"Kalau direct investor saya tak mendengar mereka ambil posisi wait and see," kata Mahendra usai mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menerima perwakilan PT Chevron Pacific Indonesia, Jakarta, Jumat (11/7).
Menurutnya, laju investasi langsung hanya akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Dalam hal ini pertumbuhan ekonomi, konsumsi masyarakat, dan lainnya.
"Selama jawabannya membaik, nggak ada soal bagi mereka, jalan terus. Masalah pemerintah ganti wajar-wajar saja."
Sebelumnya, dia mengungkapkan bakal ada investasi asing langsung sebesar USD 35 miliar mengalir masuk ke sektor pertambangan di Tanah Air. Syaratnya, renegosiasi seluruh kontrak pertambangan bisa selesai sesuai target, yakni, September mendatang.
"Dalam arti konsekuensi bagaimana kami menyelesaikan renegosiasi ini bisa menarik investasi sekitar itu. Tapi tentu bukan satu tahun," kata Mahendra.
Saat ini, tersisa 67 dari 107 pemegang kontrak karya pertambangan dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) yang belum menyepakati kontrak baru yang disodorkan pemerintah.
Sumber : merdeka