JAKARTA - Seiring gejolak di Eropa akibat bailout Siprus, laju IHSG Selasa (19/3/2026) diprediksi konsolidasi cenderung melemah. Indeks memiliki support 4.780 dan resistance 4.820.
Pada perdagangan Senin (18/3/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 16,50 poin (0,34%) ke angka 4.802,826. Intraday terendah 4.782,001 dan tertinggi 4.822,201. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan net buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, IHSG pada pembukaan perdagangan pekan ini ditutup melemah. “Ini menyusul sentimen negatif dari Eropa terkait rencana Cyprus menaikkan pajak deposito,” katanya.
Saat ini, lanjut dia, pajak deposito 6,75% untuk rekening 100.000 euro dan 9,9% untuk di atas 100.000 euro. “Rencana ini ditakutkan menyebabkan rush dana dari perbankan dan resiko sistemik lainnya,” ujarnya.
Jika hal ini bisa dilakukan di Cyprus, lanjut dia, ada ketakutan hal ini dapat dilakukan di negara Uni Eropa lainnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi investor. “Selain dari Eropa, investor masih khawatir akan rencana China memperketat sektor properti negara ini,” ujarnya.
Di atas semua itu, Selasa (19/3/2026) Purwoko memperkirakan, arah IHSG konsolidasi dengan kecenderungan melemah. “Ini sebagai respon atas gejolak yang terjadi di Eropa. Kisaran support-resistance 4.780-4.820,” imbuhnya. | inilah