BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta semua pihak terus mendorong agar produksi padi petani bisa mencapai dua juta ton/tahun guna mewujudkan provinsi itu sebagai pusat pangan nasional.
"Kita terus mendorong peningkatan produksi padi Aceh yang diharapkan bisa tercapai dua ton/tahun dengan produktivitas 5,0 ton/hektare," katanya di Desa Bueng Tujoh Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Kamis.
Ketika mencanangkan program percepatan tanam dan pengendalian hama tikus terpadu secara gropyokan, gubernur saat ini para petani di Aceh telah menggunakan varietas unggul hasil rekayasa BATAN.
"Kami berharap dengan penggunaan varietas unggul ini bisa terwujud target produksi padi dan Aceh sebagai lumbung pangan nasional," katanya menambahkan.
Di bagian lain, gubernur juga meminta Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh untuk memantau harga gabah jangan sampai anjlok dipermainkan tengkulak.
"Saya minta dinas terkait dan Perum Bulog agar menjaga harga dan standar, jangan sampai petani dipermainkan tengkulak," katanya menambahkan.
Ia menjelaskan, program peningkatan produktivitas pangan itu merupakan prioritas pemerintahan dalam lima tahun terakhir dan telah dimasukkan dalam RPJM 2012 -2017.
"Kita akan bicarakan dengan beberapa dinas maupun badan guna soal talangan harga gabah petani agar tidak jatuh," kata gubernur menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Razali Adamy menyebutkan sekitar 27 persen atau setengah juta ton gabah hilang akibat hama, baik digerogoti tikus maupun wereng.
"Kami akan tekan sekitar 10 persen, dan secara perlahan terus diupayakan sehingga lima tahun ke depan hama tersebut bisa dihilangkan," kata dia menjelaskan.
Sumber : Antara