Follow Us
Beranda / Wisata / Tak hanya Aceh, NTB pun pede jadi destinasi wisata syariah Indonesia

Tak hanya Aceh, NTB pun pede jadi destinasi wisata syariah Indonesia

Reporter: BISNIS ACEH
  | Rabu, 13 Mei 2015 07:52 WIB

[Foto : detik]">Foto : detikPantai di NTB
JAKARTA - Ada dua destinasi di Indonesia yang identik dengan wisata syariah, yakni Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Jika Aceh dijuluki Serambi Makkah, maka NTB punya lebih dari satu julukan. Pulau 1.000 Masjid dan Negeri Para Sultan.

"Di NTB, julukan untuk Lombok adalah Pulau 1.000 Masjid dan di Sumbawa adalah Negeri Para Sultan. Di Lombok, begitu mudah mencari masjid karena satu kampung saja bisa terdapat dua masjid. Kalau di Sumbawa, itu banyak peninggalan kerajaan Mataram yang kental dengan Islam," papar Ketua BPPD NTB, Taufan Rahmadi dalam FGD Halal Tourism & Lifestyle 2015 di Merak Room, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026) sore kemarin.

Oleh karena itu, Taufan berujar, NTB pede menjadi destinasi wisata syariah Indonesia. Faktor-faktor penunjang lainnya yakni 92 % masyarakat NTB adalah Muslim dan mudahnya mendapat makanan halal di sana.

"Kami juga mengedukasi perilaku masyarakat untuk lebih bersahabat dengan turis. kami buat iklan layanan masyarakat yang mengajarkan kejujuran dan keramahtamahan. Ini marketing tools nilai-nilai kemanusiaan biar turis Muslim dan lainnya nyaman, aman dan tidak ada tipu-tipu," tuturnya.

Namun tetap saja, ada hambatan dan tantangan dalam mengembangkan wisata syariah di NTB. Di antaranya seperti konsep atau definisi wisata syariah atau wisata halal yang belum jelas, hotel dan restoran yang belum mendapat sertifikasi halal dari MUI dan belum tersedia lembaga pelatihan kepariwisataan wisata syariah.

"Kami punya strategi menarik, sekarang jumlah wisatawan (dalam dan luar negeri) yang ke Lombok mencapai 1,7 juta. Di 2016, kami mengincar 2 juta kunjungan wisatawan yang mana, orang yang ke-2 juta itu akan kami cari dan beri hadiah," ujar Taufan yang membeberkan juga beberapa strategi untuk mendatangkan tuwisatawan ke NTB.

Wisata Syariah di NTB pun tidak langsung bisa diterapkan dengan cepat. Tauran mengakui, ada tahapan dan waktu agar mindset syariah bisa diterima dan diterapkan baik oleh masyarakat di sana.





Sumber : detik


Berita Terkait
    Komentar Anda