BANDA ACEH - Pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kota Banda Aceh hari ini secara resmi ditutup oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), Syamsul Bahri.
Pelatihan yang telah dilaksanakan sejak 28 November tersebut dilaksanakan di Aula SMK Negeri 2 Lhoong Raya Banda Aceh. Pelatihan TRC ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan TRC Kota Banda Aceh dalam menghadapi bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Banda Aceh, Syamsul Bahri, dalam amanatnya saat penutupan menyebutkan bahwa TRC Banda Aceh yang telah di SK kan oleh Walikota Banda Aceh diharapkan dapat bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kualitas dan ketrampilan tim dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.
"Yang terpenting dalam tim ini adalah kekompakan, dan keterikatan antar anggota, agar soliditas dapat terbangun," ujarnya.
Untuk itu, sambungnya, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan TRC Banda Aceh dengan berbagai bentuk ketrampilan dan keahlian dalam menghadapi bencana.
"Ini kan baru pelatihan dasar, kedepan akan kita terus lanjutkan dan tingkatkan pelatihan anggota TRC dengan berbagai ketrampilan lainnya," tukasnya.
Selain itu juga, tambahnya, guna mendukung kemampuan dan kapasitas TRC Banda Aceh, Pemko melalui BPPD akan terus melengkapi peralatan dan perlengkapan tim sebagai alat penungjang dalam mengerjakan tugas-tugasnya dalam kesiapsiagaan bencana.
"Untuk saat ini Pemko akan memberikan perlengkapan alat komunikasi sebanyak 10 unit HT," tandasnya.
BPPD Banda Aceh bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaksanakan pelatihan bagi TRC Banda Aceh. Pelatihan dasar ini diikuti oleh seluruh tim yang beranggotakan Polresta Banda Aceh, Dinas Pekerjaan Umum, Rumah Sakit Meuraksa, Pramuka, Rapi Banda Aceh, Kodim 0101 BA, PLN, PT Telkom, Satpol PP, Dinas Kesehatan Kota, BPPD, SAR, dan Dinas Kesehatan.