Beranda»Berita Umum»Gubernur segera temui Presiden bahas Bendera Aceh

Gubernur segera temui Presiden bahas Bendera Aceh

BISNIS ACEH
Selasa, 09 April 2026 20:44 WIB

[FOTO : kompas.com]">FOTO : kompas.comGubernur Aceh

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah segera akan menemui Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono membahas masalah bendera dan lambang Aceh.

"Jadwal pertemuannya belum ditetapkan, namun dalam waktu dekat ini saya berangkat ke Jakarta mengurus rencana pertemuan," kata Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Iskandar A Gani di Banda Aceh, Selasa.

Iskandar mengatakan Gubernur berterima kasih Presiden mengundangnya membahas masalah qanun bendera dan lambang Aceh. Selain itu juga akan dibicarakan visi dan misi Gubernur ke depan, seperti pembangunan ekonomi, pertanian dan hal lainnya.

Sebelum pertemuan dengan Presiden, kata dia, Gubernur direncanakan akan bertemu dengan sejumlah tokoh perdamaian Aceh, seperti Jusuf Kalla dan Hamid Awaluddin.

"Ini pertemuan biasa, membicarakan perkembangan perdamaian Aceh. Pertemuan ini direncanakan pada 13 April mendatang. Sedang pertemuan dengan Presiden, selain membicarakan masalah qanun," kata Iskandar A Gani

Menyangkut polemik qanun bendera dan lambang Aceh, Iskandar mengatakan Zaini Abdullah sebagai tokoh perdamaian Aceh berharap jangan sampai masalah ini melahirkan perpecahan dan konflik di Aceh.

"Pak Gubernur juga akan menyampaikan ke Presiden terjadinya gejolak masalah bendera. Namun, yang terpenting adalah qanun bendera ini merupakan alat pemersatu masyarakat dan pengesahannya berdasarkan hasil rapat paripurna DPR Aceh," katanya.

Iskandar menegaskan Gubernur Aceh berkomitmen bahwa merah putih merupakan bendera kedaulatan. Sedangkan bendera Aceh hanyalah simbol persatuan.

Terkait klarifikasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terhadap qanun bendera dan lambang Aceh, Iskandar mengatakan masalah itu akan segera dijawab oleh Pemerintah Aceh dan DPR Aceh.

"Eksekutif dan legislatif akan menjawab tersendiri. DPR Aceh akan menjawab poin-poin yang berkaitan dengan politik dan hukum sedangkan eksekutif berkaitan dengan kebijakan dan hukum," ungkap Iskandar A Gani.

 

Sumber : Antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close