Follow Us
Beranda / Keuangan & Perbankan / BRI klaim kredit tumbuh dua digit

BRI klaim kredit tumbuh dua digit

Reporter: BISNIS ACEH
  | Kamis, 22 Oktober 2015 08:03 WIB

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mengklaim kinerja penyaluran kredit pada kuartal III/2015 di perseroan, telah kembali pada jalurnya.

Pasalnya, penyaluran kredit yang akan disampaikan pada pengumuman laporan keuangan kuartal III/2015 BRI, Rabu, (22/10), diklaim telah tumbuh sebesar dua digit. Posisi tersebut tercatat membaik dibanding pinjaman pada kuartal II/2015 yang hanya tumbuh di level satu digit secara tahunan.


Direktur Bisnis dan UMKM BRI Mohammad Irfan menuturkan pemerintah telah mengeluarkan berbagai kartu sakti yang membantu mengakselerasi pertumbuhan kredit di sektor mikro. Dengan dukungan tersebut, segmen mikro di perseroan pun mencatatkan pertumbuhan mencapai 15% secara tahunan (yoy).


Menurut Irfan, dengan pertumbuhan di segmen mikro tersebut membantu mengerek level kenaikan pinjaman secara keseluruhan di BRI. Sebab, mikro menempati lebih dari 50% dari total kredit di emiten bersandi saham BBRI tersebut.


“Otomatis dengan komposisi itu, mikro jadi penyumbang terbesar. Kuartal tiga ini bagus, pertumbuhan kredit BRI sudah dua digit,” jelas Irfan di Jakarta, Rabu (21/10).


Irfan merinci, dibanding segmen lainnya, segmen mikro memang mencatatkan pertumbuhan kredit paling tinggi. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi yang belum kondusif, kata Irfan, mikro memang memiliki karakteristik yang lebih tahan banting. Adapun, penyumbangnya yakni penyaluran kredit di sektor perdagangan.


“Misalnya di tengah situasi ekonomi seperti sekarang, yang turun daya belinya yakni segmen menengah ke atas. Biasanya makan di restoran, sekarang ke warteg. Ini menopang kenaikan di segmen mikro,” papar Irfan.


Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso menuturkan per kuartal III/2015, pertumbuhan kredit dan laba yang dicatatkan perseroan masih sesuai target. Kredit, rinci dia, masih tumbuh di level dua digit untuk menjaga agar laba tetap naik.


Kendati demikian, Hari mengungkapkan pihaknya masih tetap berfokus meningkatkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Namun, dia memastikan laba yang dihimpun hingga akhir September 2015 tak akan terkoreksi.


“Kami pastikan laba tetap tumbuh,” kata Hari.


Sementara itu, dari laporan keuangan publikasi bulanan yang dirilis perseroan menunjukkan BRI telah menyalurkan kredit mencapai Rp507,44 triliun per Agustus 2015 atau naik 3,47% dari Rp490,41 triliun di Desember 2014. Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga terkoreksi 1,5% dari Rp600,4 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp591,37 triliun di Agustus 2015.


Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut menyumbang pendapatan bunga BBRI senilai Rp54,2  triliun, sedangkan beban bunga tercatat sebesar Rp17,25 triliun per Agustus 2015. Akibatnya, per Agustus 2015, bank yang fokus di segmen UMKM ini mencatatkan laba bersih senilai Rp15,65 triliun atau terkoreksi 35,3% dari perolehan sebesar Rp24,19 triliun  pada akhir tahun lalu. | bisnis.com


Komentar Anda