BANDA ACEH - Kandidat Doktor Corporate Social Responsibilty (CSR) dari Universitas Negeri Solo (UNS) Nasrul Zaman mengatakan bahwa selama ini penilaiannya pengelolaan dana CSR di Aceh masih sangat tertutup dan belum melibatkan pemerintah dan partisipasi masyarakat.
"Pengelolaan CSR oleh perusahaan di Aceh masih sangat tertutup," katanya kepada Bisnis Aceh hari ini, Senin
Dijelaskannya, mekanisme pelaksanaan dan pengelolaan CSR perusahaan di Aceh belum transparan, dan minim pelibatan stakeholder lain, dan begitu juga distribusi penggunaan dananya tersebut.
"Seharusnya pemerintah bisa proaktif untuk memanfaatkan dana-dana CSR di Aceh yang bertujuan dalam pengembangan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, cara yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan mengajak semua perusahaan di Aceh, baik swasta maupun BUMN untuk membangun suatu mekanisme pengelolaan dana dengan kesepakatan dan kriteria tertentu.
"Pemerintah bukan intervensi, tapi membangun mekanisme pengelolaan dan peruntukannya," tukasnya.