JAKARTA - PT Trakindo Utama canangkan dukungan pendidikan karakter melalui program Bantuan Pendidikan 40 SDN yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan akhlak, kata Maria T Kurniawati, Chief Administration Officer perusahaan itu, Kamis (29/11).
"Program bantuan ini bukan hanya merenovasi sekolah tapi juga pendampingan sekolah dan pemberian beasiswa di Sekolah Dasar Negri (SDN) dari Aceh hingga Papua," jelasnya.
Menurut dia pendidikan di Indonesia pada dasarnya tidak kalah dengan negara maju sekalipun, namun kualitas mental dan akhlak siswanya masih memerlukan perhatian.
Tawuran antar pelajar dan hilangnya norma-norma ketimuran mengundang pihaknya untuk berkomitmen melalui pendidikan berkelanjutan.
Pihaknya bukan hanya merenovasi fisik bangunan tetapi juga memberikan pelatihan bagi guru-guru untuk mengembangkan pola belajar interaktif yang memacu kreativitas dan inovasi siswa.
Melalui program ini, kata Maria, pihaknya berhasil merenovasi 500 kelas, membina lebih dari 13.000 murid dan 1000 guru untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kualitas mengajar.
"Belum lama ini kami kumpulkan para guru dari berbagai daerah untuk bertemu muka dan mendapatkan pencerahan dari pakar pendidikan Arif Rahman yang juga Ketua Harian Komisi Nasional untuk Unesco serta Anis Bawesdan, Rektor Universitas Paramadina yang juga penggagas Gerakan Indonesia Mengajar," ujar Maria T Kurniawati.
Program bantuan pendidikan SDN tahap pertama telah dilakukan sejak 2010 untuk 10 sekolah, kemudian berlanjut untuk 15 sekolah di tahun 2011 dan tahap ketiga 15 SDN lagi di tahun 2012 ini.
Setelah renovasi bangunan dilakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas manajemen sekolah, pembelajaran dan SDM guru serta meningkatkan partisipasi masyarakat di sekitar sekolah.
"Pada akhirnya sekolah yang mendapat pendampingan menjadi sekolah rujukan bagi sekolah disekitarnya. Kebetulan pemilihan sekolah melalui proses seleksi yang memenuhi persyaratan dan di kota-kota yang ada kantor perwakilan Trakindo Utama sehingga pendampingannya berkelanjutan dan programnya terkontrol pelaksanaannya dengan baik," jelasnya.
Misi mulia perusahaan yang dipelopori pendirinya, AHK Hamami, adalah agar masyarakat Indonesia terutama generasi muda mendapatkan pekerjaan yang layak dan berkualitas di dukung oleh pendidikan berkarakter .
"Oleh karena itu di usia perusahaan yang mencapai 42 tahun kami ingin perusahaan lain yang juga peduli pendidikan bergabung dengan Program Bantuan Pendidikan sehingga akan lebih banyak sekolah dapat direnovasi dan sistem pengajaran menjadi lebih baik," tandasnya.
Sumber : Bisnis