Follow Us
Beranda / Bisnis & Investasi / Inflasi tinggi tidak pengaruhi minat investasi di Indonesia

Inflasi tinggi tidak pengaruhi minat investasi di Indonesia

Reporter: BISNIS ACEH
  | Jum`at, 15 Maret 2013 20:09 WIB

[FOTO : Ist]">FOTO : Istilustrasi

JAKARTA - Meskipun kondisi perekonomian Indonesia sempat goyah akibat inflasi Februari yang tinggi, namun kepercayaan investor asing pada pasar Indonesia masih belum luntur.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan saat ini terdapat 30 hingga 35 persen investor asing masuk ke pasar saham dengan transaksi jangka panjang.

"Investor asing memang berkewajiban untuk menjaga likuiditas pasar saham kita makanya tidak mungkin berharap asing tidak net sell," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (15/3).

Dia menambahkan, tingkat kepercayaan asing terhadap pasar saham Indonesia masih tinggi, baik kepada perusahaan di bursa maupun perekonomian Indonesia.

"Ini terbukti dari nett buy asing pada perdagangan sebelumnya sebesar Rp 19,45 triliun. Sementara tercatat net sell asing pada perdagangan kemarin sebesar Rp 500 miliar, sebelumnya sebesar Rp 277,1 miliar," jelasnya.

Meski beberapa hari indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah, Ito mengaku hal tersebut adalah wajar. "Penurunannya masih wajar seiring dengan adanya net sell investor asing," tutupnya.

Sejak awal pekan lalu IHSG ditutup negatif hingga Kamis (14/3). Hari ini indeks ditutup menguat 0,68 persen di level 4.819. | merdeka


Komentar Anda