Beranda»Bisnis & Investasi»IHSG anjlok, saatnya beli saham perusahaan besar

IHSG anjlok, saatnya beli saham perusahaan besar

BISNIS ACEH
Selasa, 27 Agustus 2013 22:49 WIB

ilustrasiilustrasi

JAKARTA - Dalam beberapa pekan terakhir, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sedang berada pada tren pelemahan. Namun bukan berarti saat-saat seperti ini waktunya untuk menghindari pasar modal.

PT CIMB Principal Asset Management melihat, jika dibandingkan indeks lainnya, indeks IDX 30 bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk menambah portofio. IDX30 merupakan indeks yang berisi jajaran saham-saham blue chips (perusahaan besar).

Semisal saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan masih banyak saham blue chip lagi yang lainnya.

"Meski tren IHSG bearish justru periode seperti saat yang tepat untuk stock picking (pembelian), ya alternatifnya yah IDX 30 yang tepat," ujar Direktur CIMB Principal Asset Management Fajar Hidajat saat di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (27/8).

Dia tidak menampik bahwa hampir semua saham di lantai bursa sedang mengalami penurunan. Tidak terkecuali saham-saham blue chip. Namun, penurunan saham blue chip tidak sejauh golongan saham lainnya seperti saham sektor properti.

Berdasarkan catatnya, ada penurunan pada saham-saham properti yang rata-ratanya sebesar 50 persen hingga 60 persen. Sementara penurunan saham blue chip hanya sekitar 20 persen.

"Kami optimis, meski turun saat ini, saham blue chip akan lebih cepat rebound dibanding saham-saham properti," ungkapnya.

Lebih jauh Fajar menjelaskan, momen inilah membuat return IDX 30 terbilang lebih baik dibanding indeks lainnya. "Sebagian besar indeks yang tercatat di bursa memang minus. Namun tercatat hanya IDX 30 yang minusnya paling kecil hanya sekitar -7,07 persen," ujar dia. Tentunya return IDX 30 jika dibandingkan dengan return indeks LQ45, KOMPAS100, dan BISNIS-27 yang returnnya saat ini masing-masing sebesar -7,78 persen, -7,83 persen dan -9,14 persen," katanya.

"Dengan begitu indeks ini maka para investor akan lebih mudah menemukan benchmark di pasar," tutup dia. | merdeka.com



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close