Beranda»Bisnis & Investasi»Cadangan devisa dan BI rate topang penguatan IHSG

Cadangan devisa dan BI rate topang penguatan IHSG

BISNIS ACEH
Selasa, 08 Oktober 2013 23:16 WIB

[]">ilustrasi

JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik menguat setelah melemah pada Senin lalu, karena BI rate yang tetap dan cadangan devisa naik. Sektor agrikultur memimpin penguatan kali ini.

“Menurut saya keputusan Bank Indonesia untuk tidak merubah BI rate membuat pasar sedikit percaya dengan proyeksi kondisi ekonomi Indonesia,” ujar Kepala Riset PT Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (8/10).

Reza menambahkan BI rate memang diproyeksikan tidak naik lagi pada tahun ini. Hal itu karena pada September sudah terjadi deflasi. Lebih lanjut, harga konsumen yang menunjukkan tren penurunan dapat menyokong deflasi berkelanjutan.

Terkait dengan penguatan IHSG yang dipimpin oleh sektor agrikultur menurutnya itu terjadi karena adanya proyeksi penaikan harga komoditas seperti CPO dan karet. “Namun spekulasi seperti itu saya kira tidak akan lama,” kata Reza.

Lebih lanjut, untuk perdagangan selanjutnya pada Rabu (hari ini), Reza memprediksi adanya penguatan lanjutan. Menurutnya, selama aksi profit taking tidak kembali terjadi setelah penguatan pada Selasa, maka IHSG bisa meneruskan penaikan.

Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan penguatan IHSG kali ini disebabkan karena tetapnya BI rate dan naiknya cadangan devisa Indonesia dari US$92 miliar menjadi US$95,7 miliar.

“Di sisi lain, indeks saham regional Asia juga menguat. Tampaknya shutdown AS sudah tidak menjadi masalah utama investor global kali ini,” ujar Lana kepada Bisnis, Selasa (8/10).

Pada perdagangan Selasa lalu indeks menguat 1,32% ke 4.432,51 dan tercatat dengan frekuensi dagang 138.027 kali. Perdagangan mencetak total volume di pasar reguler dan negosiasi sebesar 4,26 miliar saham. Investor asing mencetak aksi jual bersih sebesar Rp93 miliar.

Hampir semua sektor tercatat menguat kecuali sektor infrastruktur yang melemah 0,18%. Sektor agrikultur memimpin penguatan sebesar 3,31% diikuti finansial 2,24%, aneka industri 2,23%, industri dasar 2,13%, perdagangan 1,50%, properti 0,69%, tambang 0,53%, dan consumer goods 0,47%.

Selain itu tercatat sebanyak 182 saham naik, 66 saham turun, 93 tak bergerak, dan 143 tak ditransaksikan. Transaksi yang dibukukan senilai Rp5,21 triliun, terdiri dari transaksi di pasar reguler Rp4,53 triliun dan pasar negosiasi Rp677,75 miliar.

Lebih lanjut, pergerakan bursa saham regional Asia tercatat menguat, indeks Hang Seng Hongkong naik 0,89%, indeks Nikkei Jepang menanjak 0,30%, dan indeks Straits Times Singapura menguat 0,32%. | bisnis.com



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close