Foto : istimewaIlustrasi BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Husen Hamidi mengatakan, dari serangkaian aksi pengejaran dan perburuan kelompok Din Minimi yang dilakukan pihaknya, telah ditangkap sebanyak 17 orang yang merupakan anak buah yang bersangkutan, dan juga turun diamankan sebanyak 12 pucuk senjata laras panjang dan pendek, serta 20 ribu butir peluru.
Saat ini, jelas Kapolda, pihaknya menenggarai masih terdapat sekitar 20 orang anak buah Din Minimi yang merupakan bagian dari pelaku penembakan dua anggota TNI di Nisam, Lhokseumawe yang masih berkeliaran.
"Perkiraan kita, kekuatan Din Minimi dan kelompoknya saat ini hanya tersisa 20 orang lebih," kata Jenderal bintang dua ini.
Karena itu, Polda Aceh selaku institusi yang bertanggungjawab penuh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah ini, akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Din Minimi hingga yang bersangkutan berhasil kita tangkap atau kita lumpuhkan.
"Kita akan terus kejar sampai ketemu," tegas Kapolda.
Selain upaya-upaya refresif, lanjut Kapolda, pihaknya juga melakukan langkah persuasif, yakni berupa himbauan kepada Din Minimi dan seluruh anak buahnya untuk menyerahkan diri dan beserta seluruh senjata yang dimiliki.
"Langkah persuasif juga kita tempuh, yakni kita imbau agar Din Minimi segera menyerah," tukas Kapolda.
Jika Din Minimi bersedia menyerahkan diri, maka pihaknya akan menerima yang bersangkutan dengan baik, dan kesalahan-kesalahan akan tetap diproses secara hukum yang berlaku.
"Kalau menyerah yah kita terima dengan baik, kalau tidak mau terpaksa kita buru terus," kata Kapolda.
Kapolda menyebutkan, beberapa kendala pihaknya dalam memburu Din Minimi dan kelompoknya adalah geografis alam yang cukup berat, dan juga kelompok itu terus bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun, tegas Kapolda, bukan berati Din Minimi tidak bisa ditangkap.
"Cepat atau lambat, pasti Polda Aceh akan menangkap Din Minimi," tandas Kapolda.