Foto : istimewaIlustrasi tewas BANDA ACEH - Seorang polisi ditemukan tewas di dalam rumah toko di Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Jenazah yang diketahui sebagai Brigadir Warsidi itu ditemukan tadi siang dalam kondisi telentang di kamar kos yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.
Kapolres Kota Banda Aceh Kombes Zulkifli mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian personel Polda Aceh tersebut. "Kepastiannya belum diketahui penyebabnya, tapi saat ditemukan mulut dan hidungnya keluar darah," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).
Sehari sebelum ditemukan meninggal, Brigadir Warsidi diketahui hilang kontak. Istrinya, Hartini (28), yang kini tinggal di Kota Lhokseumawe, beberapa kali menghubungi nomor telefon pribadinya, namun tak tersambung.
Hartini akhirnya melaporkan kegusarannya kepada rekan Brigadir Warsidi yang juga bertugas di Polda Aceh. Polisi itu kemudian menyambangi ruko yang kini dijadikan kosan Warsidi, namun kondisinya tertutup.
Bersama pemilik ruko, dia kemudian masuk menggunakan kunci cadangan. Mereka terkejut melihat jenazah Brigadir Warsidi yang terbujur kaku tak bernyawa dalam keadaan telentang tanpa baju, sementara mulut dan hidungnya mengeluarkan darah.
Beberapa petugas kepolisian kemudian diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah Brigadir Warsidi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Banda Aceh. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi ikut menemukan mi instan di dekat jenazah Brigadir Warsidi, namun belum bisa dipastikan penyebabnya akibat keracunan.
Zulkifli mengatakan, berdasarkan keterangan saudara sepupunya, Brigadir Warsidi diketahui selama ini pernah mengeluh sakit di bagian ulu hati. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.
"Ini akan kami dalami dulu," tuturnya.
Sumber : okezone